Manggala memilih kembali ke kamar. Pembicaraan mereka tak menemukan jalan keluar. Kali ini lelaki itu benar-benar merasa sangat bersalah. Permintaan maafnya sama sekali tak di dengar perempuan itu. Dan tentu saja hal itu membuatnya pusing tujuh keliling.
Seharusnya ini liburan mereka yang menyenangkan. Akan tetapi, malah menjadi tak karuhan karena kesalahan fatal yang telah diperbuatnnya. Dan kini, ia bingung harus melakukan apa. Semua jalan terasa buntu dan gelap. Tak ada seberkas cahaya yang menuntunnya untuk menentukan langkah.
Lelaki itu membuang napas dalam. Berada dalam kamar membuatnya semakin sesak. Apalagi teringat ucapan perempuan itu. sungguh dirinya tak bermaksud melakukan hal tersebut. Semua berada di luar kendalinya.
“Aku tahu, Kak,” Gisela menyela ucapan maafnya kala it