Gisela merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Kedua bola matanya menatap langit-langit. Kehidupannya semakin sulit dan juga suram. Andai ia bisa memutar waktu. Tentu saja tak ingin berada dalam sintuasi seperti ini. Sangat menyakitkan dan juga melelahkan.
Memakai topeng kehidupan membuatnya kehilangan jati diri. Semua yang ditutupi dengan senyuman palsu. Menjadikannya tak tahu makna kebahagian sebenarnya. Karena dirinya terlalu sering dalam berbohong.
Sama ketika Gala mengajaknya menjadi teman. Setelah pernikahan tersebut. Mereka baru memberanikan diri untuk mengatakan isi hati satu sama lain. Berbicaa satu sama lain. Agar membuat orang lain tak curiga dengan interaksi mereka.
“Apa yang kamu inginkan untuk saat ini?”
Pertanyaan Gala kala itu membuatnya berpikir keras. Karena memang t