“Sampai kapan kamu akan begini?” tanya Jaiman yang masuk dalam ruangan Gala. Tak peduli akan tatapan tajam dari lelaki itu. Iman memilih duduk dengan santai. “Sudah ada perkembangan?”
“Bagaimana keadaan Aya?” bukannya menjawab, Gala bertanya balik tentang adiknya.
Gadis kecilnya itu sama sekali tak mau menemui. Bahkan dengan terang-terangan mengusir kedatangannya. Padahal sebelumnya tak pernah seperti ini. Biasanya hanya diam dan tak mau menyapa saja. Akan tetapi ketika dirinya datang, Aya masih mau menerima. Membiarkannya masuk dan memperhatikan sang adik.
Akan tetapi tidak untuk saat ini. Aya bahkan menutup akses untuknya bertemu. Dan puncaknya kemaren, saat dirinya memaksa untuk masuk. Sang adik benar-benar marah dan kecewa. Sampai dirinya bingung lagi harus bagaimana.
Padahal dir