Manggala membuang napas dalam. Lelaki itu memilih memandang ke luar jendela. Entah apa yang akan dikatakannya untuk menjawab pertanyaan sang kawan. Dirinya hanya bisa terdiam untuk saat ini. Karena percuma saja melakukan pembenaran. Sebab, lelaki itu yakin. Iman memiliki insting yang sangat kuat di sini.
Terlebih lagi, ia tak mungkin berbohong. Karena pada kenyataannya, Sela memang meninggalkan dirinya. Kalau sudah seperti ini, ia tak bisa berbuat banyak. Selain menceritakan yang sebenarnya. Dan mungkin dirinya juga akan mendapatkan amukan dari lelaki tersebut.
Akan tetapi, ia berhak mendapatkan hal itu. karena sudah menghancurkan dua hati yang tak bersalah sama sekali. Sekarang ia tak bisa membela diri. Sebab memang semua ini terjadi karena kesalahannya.
Andai saja ide gila itu tak