Sela tertawa mengingat hal itu. Di mana ia mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya. Kini, dirinya yakin dengan jalan yang dilaluinya. Hidup ini memang kejam. Namun menyimpan berjuta rasa untuk dinikmati.
Akan tetapi tidak dengan kenangan yang selalu hadir dalam hidupnya. Seperti saat ini. Bisa-bisanya ia teringat tentang perkataan yang membuatnya bangkit sampia detik ini.
Mungkin bagi lelaki itu akan bepikir perasaan ini hanya sesaat. Akan tetapi, tanpa Gala ketahui rasa itu sudah mengakar dalam diri Sela. Perempuan itu jatuh cinta sangat dalam. Sampai ia begitu berharap bila lelaki itu kelak yang akan menemani masa tua.
Namun, kenyataan menamparnya. Bila lelaki itu tak memiliki perasaan yang sama. Kenapa baru sekarang, tidak dulu-dulu sebelum ia benar-benar mencintai Manggala. Dan