“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Manggala yang melihat Sela berada di dapur. Lelaki itu mengira wanita tersebut masih tidur karena kecapekan setelah perjalanan jauh. Tapi, kini sedang berada di depan lemari pendingin. “Kamu lapar?”
Gisela terkejut karena tiba-tiba saja ada suara. Setahunya, di rumah ini tidak ada orang. Karena dirinya sudah memeriksa ke depan dan belakang. Namun, tidak ada siapa-siapa. Dirinya seperti maling yang sedang ketangkap tangan. Dan rasanya sangat memalukan.
Tanpa sengaja Gisela menjatuhkan selai yang dipegang. Dalam sekejap banyak sekali serpihan kaca dan juga selai di lantai. “Aduh!”
Manggala berlari menghampiri wanita itu, “Awas!”
Lelaki itu mengendong tubuh Sela agar tidak mengenai kaca. Membawanya menjauh dari sana. Agar tidak terkenakaca yang snagt