Gisela meregangkan tubuhnya. Mengeliat pelan dan mencoba membuka mata perlahan. Meraskan sinar mentari masuk dari sela-sela gorden. Terasa hangat menerpa tubuhnya. Dan membuat wanita itu sedikit nayman. Tak ingin beranjak dari tempat tidur meskipun jam sudah menunjukkan pukul empat sore.
Tak menyangka saja dirinya tidur terlalu lama. Padahal biasanya hanya bisa sampia dua jam saja. Itu pun jarang, karena dirinya tak bosa tidur saat sore dan malam. Sebagai gantinya, pagi adalah waktu Sela untuk memanjakan tubuh dengan tidur.
Ah, rasanya ingin berbaring kembali. Merasakan enaknya tempat tidur dan kehangatan suasana. Benar-benar memanjakannya sekali. Namun, tidak dengan kondisi perutnya yang terasa lapar. Dirinya benar-benar membutuhkan asupan untuk sang buah hati. Kalau seperti ini, diri