“Sela,” terdengar suara seseorang memanggil dan mengetuk pintu kamar. Manggala berdiri di luar ruangan. Menunggu Gisela untuk membuka pintu. Tadi Aya bilang kalau ibu hamil itu ingin istirahat. Dan Aya menyuruhnya agar ke kamar saja. Biar bisa sambil tidur-tiduran. Karena wanita itu memang membutuhkan banyak istirahat.
Lelaki itu bisa saja langsung masuk. Namun, ia mengurungkan niatnya. Menunggu Sela membuka pintu dan memilih menjaga privasi wanita itu. Siapa tahu Sela tak ingin di ganggu. Karena masih kurang nyaman dengan kehadirannya. Meskipun status mereka masih sah suami istri. Ia sadar diri kalau semua ini diawali dengan niatan kurang baik. Karena itulah ia tak memaksa apapun kepada wanita tersebut. Agar Gisela merasa nyaman dan aman berada di sini. Tak perlu banyak tuntutan. Karena