Sejak malam itu, Albert semakin sering memikirkan Belinda. Awalnya Albert hanya menunggu pesan dari wanita itu. Namun sekarang, terkadang Albert sendiri yang lebih dulu menghubunginya dan Belinda selalu membalas pesan Albert dengan cepat.
Lama-lama Albert semakin terbiasa dengan kehadiran Belinda dalam kehidupannya. Mereka semakin sering bertemu. Tidak selalu di rumah sakit. Kadang Albert datang ke apartemen Belinda setelah selesai bekerja. Kadang mereka hanya duduk bersama dan berbicara sampai malam.
Albert tahu hubungan mereka sudah terlalu jauh. Namun... ia tetap datang.
Belinda juga tidak lagi menyembunyikan perasaannya. “Kalau kamu sedang capek, kamu bisa datang ke sini,”
Albert menatap wanita itu. “Aku tidak seharusnya sering datang ke sini.”
Belinda tersenyum kecil. “Tapi kamu tetap datang.”
Albert tidak menjawab tapi Belinda tahu jawabannya... Albert datang karena ia merasa nyaman berada di dekatnya.
Di rumah, Luna selalu menunggunya. Luna selalu bertanya apakah ia sudah makan. Luna selalu mengingatkan Albert untuk beristirahat. Namun... ketika Albert berada bersama Belinda, ia merasa tidak perlu memikirkan apa pun. Albert bisa bercerita tentang pekerjaannya, pasien, atau masalah lain yang membuatnya lelah. Di saat Albert bercerita, Belinda selalu mendengarkannya.
Tanpa Albert sadari... Belinda mulai menjadi seseorang yang ia cari ketika sedang memiliki masalah.
Suatu sore, Albert baru saja selesai menangani pasien ketika ia melihat ponselnya.
Ada pesan dari Belinda. Aku sedang tidak baik-baik saja.
Albert langsung membalas.Ada apa?
Aku ingin bertemu kamu.
Albert melihat jam di tangannya. Hari itu ia seharusnya pulang lebih cepat karena Luna sudah mengatakan ingin makan malam bersama. Albert sempat mengetik pesan kepada Belinda.
Besok saja.
Namun... beberapa detik kemudian, Albert menghapus pesan itu lalu menulis. Aku akan datang.
Malam itu Albert pulang lebih larut dari biasanya. Luna masih menunggunya.
“Kamu sudah makan?” tanya Luna.
Albert meletakkan tasnya. “Sudah.”
Luna menatap suaminya beberapa saat. “Kamu kelihatannya capek.”
“Sedikit.”
Luna mendekat dan menyentuh tangan Albert. “Kalau capek, istirahat saja.”
Albert menganggukkan kepalanya.
Luna tersenyum kecil. “Aku sudah siapkan makanan. Kalau kamu lapar nanti tinggal makan.”
Albert menatap istrinya. Ada rasa bersalah yang muncul lagi di dalam dirinya.
Luna selalu seperti itu. Tidak banyak bertanya atau melarang. Luna... selalu percaya kepadanya. Tapi Albert... tetap menyimpan rahasianya.
Hari-hari berikutnya, hubungan Albert dan Belinda semakin sulit untuk disembunyikan. Albert mulai menghapus pesan dari Belinda. Jika Belinda menelepon, Albert akan mencari tempat yang jauh dari Luna. Jika Luna masuk ke ruangan ketika Albert sedang membaca pesan, Albert akan langsung mematikan layar ponselnya.
Luna melihat semua perubahan itu. Ia tidak mengatakan apa-apa. Tetapi... semakin hari, perasaannya... semakin tidak nyaman.
Suatu malam, Luna bertanya ketika mereka sedang makan. “Kamu akhir-akhir ini sering pulang terlambat.”
Albert menghentikan gerakannya sebentar. “Banyak pekerjaan di rumah sakit.”
Luna mengangguk. “Pasien?”
“Iya.”
Jawaban itu membuat Luna kembali diam. Ia ingin percaya. Namun entah kenapa, kali ini hatinya tidak bisa setenang sebelumnya. Albert masih memperlakukannya dengan baik. Masih memeluknya sebelum tidur. Masih bertanya apakah Luna sudah makan. Tetapi... ada sesuatu yang terasa berbeda.
Seolah-olah... sebagian perhatian Albert sudah tidak lagi berada di rumah.
Sementara itu, Belinda semakin sering meminta Albert datang ke apartemennya. Suatu malam, mereka kembali bersama.
Belinda duduk di samping Albert.
“Kamu akan terus seperti ini?” tanyanya.
Albert menatapnya. “Seperti apa?”
“Datang ke sini. Pergi. Lalu kembali lagi.”
Albert terdiam.
Belinda menggenggam tangannya. “Aku tidak meminta kamu meninggalkan Luna.”
Albert menatap wanita itu. “Tapi aku ingin tahu, sampai kapan kamu akan menyembunyikan aku?”
Albert tidak menjawab. Ia tahu Belinda benar.
Namun ia juga tahu ia tidak siap kehilangan Luna. Masalahnya... Albert juga tidak ingin kehilangan Belinda. Untuk pertama kalinya... Albert menyadari bahwa dirinya sudah terlalu jauh. Hubungan ini... bukan lagi sekadar kesalahan.
Ia sudah terikat dengan Belinda. Albert tahu itu salah tetapi ia tetap tidak bisa menghentikannya.
Beberapa hari kemudian, Luna berencana makan siang bersama Albert.
Pagi itu Luna mengirim pesan. Siang ini makan bersama, ya?
Albert membalas beberapa menit kemudian. Aku tidak bisa. Ada urusan di rumah sakit.
Luna melihat pesan itu dan tersenyum kecil. Baik. Kalau begitu aku antar makan siang ke rumah sakit.
Albert membaca pesan tersebut. Ia langsung membalas. Tidak perlu. Aku mungkin tidak sempat makan.
Luna terdiam membaca pesan itu. Biasanya Albert tidak pernah menolak ketika Luna datang membawa makanan. Namun kali ini berbeda...
Luna tidak ingin berpikir macam-macam. Ia akhirnya memutuskan tetap menyiapkan makanan.
Menjelang siang, Luna membawa makanan yang sudah ia siapkan dan pergi ke Global Hospital. Ia ingin memberikan makanan itu kepada Albert. Mungkin Albert memang sedang sangat sibuk. Mungkin ia hanya sedang lelah.
Namun ketika Luna sampai di rumah sakit, ia tidak langsung menemukan suaminya. Luna berjalan menuju ruang dokter.
Kosong.
Ia kemudian bertanya kepada salah satu perawat. “Dokter Albert ada?”
Perawat itu menatap Luna sebentar sebelum menggelengkan kepalanya. “Dokter Albert hari ini tidak masuk, Bu.”
Luna terdiam. Tangannya masih memegang kotak makanan yang tadi ia siapkan untuk suaminya. “Tidak masuk?”
Perawat itu mengangguk. “Iya. Setahu saya hari ini Dokter Albert tidak ada jadwal di rumah sakit.”
Luna tidak langsung menjawab. Pagi tadi Albert mengatakan ia harus pergi ke rumah sakit. Tetapi sekarang... Albert bahkan tidak ada di sana.
Untuk beberapa detik, Luna hanya berdiri diam. Ia mencoba mengingat kembali semua perubahan Albert beberapa hari terakhir. Ponselnya yang selalu berada di tangan. Pesan yang selalu suaminya sembunyikan, pulang terlambat dan sekarang... Albert berbohong tentang rumah sakit.
Luna berusaha mengenyahkan prasangka buruk di dalam kepalanya namun untuk pertama kalinya, kepercayaan yang selama ini ia berikan kepada suaminya mulai terasa goyah. Luna tidak tahu ke mana Albert pergi.
Untuk pertama kalinya,.. Luna mulai merasa bahwa ada sesuatu yang selama ini disembunyikan oleh suaminya dan Luna takut memikirkan hal itu...