Sejak malam itu, hubungan Albert dan Belinda berubah. Tidak langsung terlihat perubahan besar. Albert masih pulang ke rumah dan berbicara dengan Luna. Ia masih makan bersama istrinya ketika ada waktu. Namun... ada satu hal yang berubah.
Albert mulai menyembunyikan ponselnya... Setiap kali Belinda mengirim pesan, Albert tidak lagi membukanya di depan Luna. Ia akan menunggu sampai Luna pergi atau sedang sibuk melakukan sesuatu.
Hingga suatu pagi, ketika Luna sedang menyiapkan sarapan, ponsel Albert yang berada di atas meja bergetar. Albert yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mengambilnya.
Luna melihatnya sekilas. “Siapa?”
Albert menatap layar ponselnya sebelum menjawab, “Teman dari rumah sakit.”
Luna mengangguk. “Oh.”
Albert kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku. Padahal pesan itu berasal dari Belinda.
Kamu sudah bangun?
Albert tidak membalasnya sampai ia berada di dalam mobil. Setelah beberapa saat, ia akhirnya mengetik.
Sudah.
Tidak lama kemudian Belinda membalas. Bisa bertemu nanti?
Albert menatap pesan itu cukup lama. Ia tahu seharusnya ia mengatakan tidak. Namun pada akhirnya Albert tetap menjawab.
Setelah selesai bekerja.
Sejak saat itu, mereka semakin sering bertemu. Kadang mereka bertemu di rumah sakit setelah jam kerja. Kadang Albert mengatakan ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kadang Belinda mengatakan dirinya sedang memiliki masalah dan membutuhkan seseorang untuk berbicara.
Luna tahu kalau Albert beberapa kali bertemu dengan Belinda. Albert selalu mengatakan kalau itu berkaitan dengan pekerjaan atau masalah Belinda. Luna tidak pernah melarang. Albert tahu kalau Luna percaya kepadanya.
Tapi perlahan Luna mulai menyadari kalau Albert mulai berubah... Sebelumnya Albert biasa saja saat meninggalkan ponselnya di meja. Sekarang hampir setiap saat ponsel itu berada di tangannya. Dulu Albert selalu bercerita tentang pekerjaannya. Sekarang ketika Luna bertanya, jawabannya hanya singkat. “Biasa saja.” atau, “Tidak ada apa-apa.”
Luna sebenarnya ingin bertanya lebih banyak tapi setiap kali melihat wajah Albert, ia kembali mengingat apa yang sudah ia ucapkan kepada suaminya beberapa hari lalu. Aku percaya sama kamu... Luna tidak ingin menarik kembali kepercayaannya hanya karena beberapa perubahan kecil yang ia rasakan.
Suatu malam Albert mengatakan ia harus pergi sebentar karena ada urusan di rumah sakit dan Luna yang sedang membaca buku hanya menganggukkan kepalanya. “Kamu pulang malam?”
“Mungkin.”
Luna menatap suaminya. “Jangan lupa makan.”
Albert tersenyum kecil. “Iya.”
Setelah Albert pergi, Luna kembali membaca. Ia tidak tahu kalau malam itu Albert tidak pergi ke rumah sakit. Albert pergi ke apartemen Belinda.
Ketika pintu apartemen terbuka, Belinda langsung tersenyum melihatnya. “Kamu datang.”
Albert menganggukkan kepalanya. “Kamu bilang ada masalah.”
Belinda mengangguk. “Aku memang sedang tidak baik-baik saja.”
Albert masuk dan duduk di sofa. Belinda duduk di sebelahnya. Awalnya mereka hanya berbicara. Belinda menceritakan masalahnya. Albert mendengarkan seperti yang selalu ia lakukan. Namun kali ini suasananya berbeda. Tidak ada lagi jarak seperti sebelumnya.
Belinda perlahan mendekat.
Albert menatap wanita itu. “Belinda.”
“Aku tahu.” Belinda tersenyum kecil. “Aku tahu kamu sudah menikah.”
Albert terdiam. “Aku juga tahu kamu mencintai Luna.”
Albert menundukkan wajahnya. “Kalau begitu, jangan membuat semuanya semakin sulit.”
Belinda menatapnya. “Aku tidak pernah meminta kamu meninggalkan istrimu.”
Albert kembali menatap Belinda. “Lalu apa yang kamu inginkan?”
Belinda tidak langsung menjawab. “Aku hanya ingin kamu tidak terus berpura-pura kalau apa yang terjadi di antara kita tidak berarti apa-apa, Al.”
Albert terdiam cukup lama. Ia tahu Belinda benar tentang satu hal. Albert tahu apa yang terjadi di antara mereka sudah bukan sekedar kesalahan kecil. Albert sudah mulai memikirkan Belinda. Ia mulai menunggu pesan wanita itu. Ia mulai mencari alasan untuk bertemu dengannya dan yang paling membuatnya takut adalah Albert merasa nyaman ketika berada di dekat Belinda.
Namun di sisi lain, Albert mencintai Luna. Itulah yang membuatnya semakin bingung.
Albert menghela napas panjang. “Aku harus pulang.”
Belinda tidak menahannya namun ketika Albert berdiri, Belinda memegang tangannya.
Albert pun berhenti.
“Kalau kamu memang ingin pergi, aku tidak akan menahan kamu, Al.”
Albert menatap tangan Belinda yang masih memegang tangannya. Beberapa detik kemudian, Belinda melepaskannya. Albert seharusnya pergi. Tetapi ia tidak melakukannya. Albert malah kembali duduk.
Belinda menatapnya. Tidak ada yang mengatakan apa-apa hingga... Belinda mendekat dan mencium Albert.
Kali ini Albert tidak terkejut. Ia juga tidak menjauh. Albert membalas ciuman itu...
Malam itu.. Albert kembali mengkhianati Luna. Ketika semuanya selesai, Albert hanya duduk diam. Ada rasa bersalah yang semakin besar di dalam dirinya. Namun meskipun merasa bersalah, Albert tetap tidak langsung pergi.
Albert tahu apa yang sudah dilakukannya namun Albert tetap memilih untuk menyimpan semuanya sebagai rahasia.
Ketika Albert pulang, hari sudah hampir pagi. Luna ternyata masih terbangun.
Begitu mendengar pintu terbuka, Luna keluar dari kamar. “Kamu sudah pulang?”
Albert sedikit terkejut melihat istrinya. “Iya.”
“Dari rumah sakit?”
Albert terdiam sesaat. Kemudian ia menganggukkan kepalanya. “Iya. Ada pekerjaan.”
Luna tidak mengetahui kebohongan itu. Ia hanya melihat wajah suaminya yang terlihat lelah. “Kamu belum makan, kan?”
Albert menatap Luna. Luna masih mengkhawatirkannya. Istrinya menunggunya pulang dan masih percaya kepadanya.
“Tidak apa-apa. Kamu tidur saja.”
Luna menggelengkan kepalanya. “Aku tunggu kamu pulang.”
Kalimat sederhana itu membuat Albert semakin merasa bersalah. Albert berjalan mendekati Luna dan memeluk istrinya. Luna membalas pelukan itu tanpa mengetahui apa pun.
Sementara Albert hanya memejamkan matanya. Albert tahu bahwa apa yang dilakukannya kali ini adalah sebuah kesalahan besar. Ia sudah berbohong kepada istrinya. Ia sudah menyembunyikan hubungannya dengan Belinda.
Sekarang ada rahasia besar di antara dirinya dan Luna. Rahasia yang suatu hari nanti mungkin akan terbongkar.