Marie mengetuk jari telunjuknya di meja, seakan tengah menghitung waktu untuk menunggu kehadiran Nicky. Ia sudah tidak sabar untuk mencurahkan isi hatinya, dimulai dari apa yang dilakukan Charlie kepadanya hingga perubahan sikap Jonathan yang tiba-tiba membuatnya sama sekali tidak mengerti.
Tidak berselang lama, Nicky pun masuk ke dalam café dan menemukan Marie dengan mudah. Gadis itu sedang duduk membelakangi dirinya di sudut sana. Ia berjalan mendekati gadis itu dan begitu ia sudah dekat, ia menepuk bahu Marie, membuat Marie sempat jantungan sejenak.
“Kau mengagetkanku,” ujarnya yang memegang dadanya. Nicky tersenyum dan ia pun duduk di hadapan Marie. Ia sudah siap untuk menjadi wadah tempat gadis itu berkeluh kesah.
“Jadi… apa kamu ingin membicarakan mengenai Charlie?” tanya Nicky