“Marie,” panggil Jonathan karena sedari tadi Marie tidak membuka suaranya. Gadis itu masih melamun karena pikirannya masih berada di tempat lain. Namun ketika Jonathan menepuk pundaknya, Marie pun terkesiap.
“A-apa?” tanya Marie yang masih tidak mudeng jika Jonathan memanggilnya,
“Kita sudah sampai di sekolah, Marie…”
Dengan canggung, gadis itu mengangguk mengerti,”A-ah, begitu…” ujarnya
“Kenapa kamu gak dengar kalau aku sudah memanggilmu beberapa kali?” tanya Jonathan. Marie memilin bajunya, memikirkan alasannya melamun. Ia tidak mungkin memberitahu pria itu jika kedua orang tuanya akan bercerai,
“Tidak ada… aku hanya berpikir apa kita akan sekelas nanti? Bagaimana dengan Charlie, Nicky dan Nirmala?” kilahnya dengan mulus. Dengan lugu, pria itu mempercayai perkataan Marie yang seb