Jonathan berusaha untuk tetap tenang, ia tidak ingin tampak emosional di depan ayahnya sendiri. Tidak biasanya Johnny memiliki waktu untuk mengunjunginya di sekolah karena pria itu selalu sibuk dengan urusannya sendiri. Berbeda dengan Ayunia, Johnny lebih workaholic dan sangat jarang berada di rumah bersama dengan keluarganya.
Bahkan yang paling parah adalah Jonathan sempat melupakan bagaimana rupa sang ayah. Jika saja waktu kecil Ayunia tidak menunjukkan foto-foto Johnny kepadanya, ia pasti tidak akan mengenal siapa yang sedang duduk di hadapannya saat ini.
“Apa yang kau inginkan,” tanya Jonathan dengan dingin. Melihat dan mendengar perkataan dingin itu, Johnnya mengerutkan dahinya,
“Kau baru saja memanggilku dengan sebutan ‘kau’?” ujarnya tidak percaya,
“Memangnya kenapa? Apa kau