Pria itu memperhatikan gerak-gerik si polisi sedangkan polisi lain sedang mengawasi dia dan polisi itu dari kaca hitam dan kamera yang ada di dalam ruangan. Mereka saling berbisik satu sama lain menilai ekspresi wajah yang berubah-ubah yang dilihatkan pria di dalam ruangan.
Polisi itu meletakkan beberapa wajah gadis yang hilang secara mendadak, wajah itu dillukis dalam selembar kertas yang diberikan oleh orang yang mengetuk pintu tadi.
"Kau lihat wajah-wajah tidak berdosa ini! Mereka adalah korban penculikan yang memiliki ciri fisik sama seperti wanita-wanita yang hilang itu. Mereka adalah gadis-gadis yang tidak tahu kesalahan apa yang telah mereka perbuat, ada yang diculik saat pulang sekolah, di warung dan ada juga yang diculik di depan rumah mereka." Gambar itu disebarkan di meja satu