Angela saat ini merasa tidak nyaman dengan perutnya, pergerakan janin di dalam rahimnya semakin kencang dengan tendangan-tendangan keras yang membuatnya melenguh kesakitan. Posisi tidur Angela pun sudah tidak sebebas kali ini, dia mengerang kesakitan, sesekali Angela akan berjalan tidak tentu arah agar rasa sakit yang semakin menjadi-jadi berkurang.
"Kenapa? Apa kita perlu ke rumah sakit?" Alvin yang sejak tadi memperhatikan tingkah isterinya melangkah mendekat, wajah Alvin tampak pucat seolah dirinya yang mengalami rasa sakit itu sendiri.
"Sepertinya iya, aku takut kita terlambat ke rumah sakit," bisik Angela lemah, tangannya meremas bahu Alvin namun Alvin mengabaikan itu seolah Angela masih memegangi dirinya seperti biasa.
Alvin mengambil tas besar yang ada di samping lemari, tas itu