Bahkan kabar itu juga sampai ke tangan Anandita yang saat ini tengah memilih rambut palsu di dalam kamarnya, Anandita bersorak senang saat melihat berita itu.
"Rasakan kau Steve! Aku bahagia atas penderitaan yang kau alami, sungguh sangat membahagiakan dapat melihatmu dipenjara. Kabar ini adalah kabar bahagia untukku Steve, setelah ini aku hanya perlu menunggu petaka datang pada Sisil." Anandita melompat bahagia di dalam kamar, ia bahkan menari dengan indah saat melihat berita itu.
Ananta yang akan masuk ke kamar Anandita terlihat bingung dengan reaksi Anandita. "Ada apa, Sayang? Kau terlihat bahagia sekali?" tanya Ananta ikut senang, pasalnya ia ikut tertekan saat melihat kemurungan Anandita setelah rambutnya dicukur habis oleh Sisil.
"Ah, Ibu! Bagaimana mungkin aku tidak senang denga