Pagi esoknya Alena terbangun dengan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya, tapi yang paling menyakitkan adalah bagian pribadinya yang berada di pangkal paha. Alena merasa akrab dengan keadaan ini, perasaan lelah ini serta rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya hampir sama dengan yang ia rasakan ketika dia tinggal di rumah Alvin.
Hanya saja kali ini sakit di bagian bawahnya membuat Alena mengingat satu hal, bulu kuduk Alena berdiri, dia tidak mampu memikirkan apapun selain rasa takut yang menyayat hati. Jelas saja bagian pribadinya itu terasa sakit, dia sadar betul kalau kemarin malam dia diberi obat perangsang oleh teman sekolahnya yang menyebabkan tubuhnya berada di luar kendali.
Tanpa sadar Alena meringis, dia bisa merasakan tangan kekar melilit perutnya dengan erat, apalagi napas han