Alena bingung harus menjawab apa, Alena ingin melangkah maju untuk memeluk Aleta namun Aleta tampaknya menolak itu semua. Semakin Alena melangkah mendekat semakin jauh terasa jarak antara dirinya dan Aleta, Alena ingin membantah itu semua namun kata-kata yang akan dia keluarkan tersangkut di tenggorokannya.
Alena menjangkau Aleta namun Aleta menghindar dengan cepat, seolah jijik dengan tangan Alena. "Itu tidak benar, Sayang! Itu adalah kesalahan, Kakak berada di bawah pengaruh obat-obatan. Kami benar-benar tidak melakukannya dengan sengaja," aku Alena pada akhirnya.
Alena menepuk dadanya keras, ia bahkan menarik rambutnya tanpa tahu harus berbuat apalagi. Alena jatuh terduduk dengan kepala menunduk, dia menangis tersedu-sedu memperlihatkan sisi lemahnya lagi.
"Kau yang salah, harusnya k