Mereka semua lupa bahwa sejak awal menunjukkan identitas diri, Ibu dan mungkin ayah nya Ayla sudah mengenali bagaimana Gagah maupun Taji seperti biasa saja pada apa yang terjadi. Normalnya… ya harusnya seperti Ayla. Agak cemas dan merasa takut dengan apa yang terjadi. Ditambah dengan ekspresi bingung dan tak tahu harus membantu apa. Masalahnya Gagah dan Taji lebih menunjukkan bahwa mereka memang tahu harus berbuat apa. Mereka juga bisa langsung memahami semua yang Ros katakan atau sampaikan tanpa menyetel tampang bingung dan kesulitan informasi.
Jadi, jika saat ini ibu nya Ayla menyimpulkan demikian, memang wajar saja, sih. Kesempatan untuk bertanya pun sedang tak ada. Sementara selama ini ibu nya Ayla cuma bisa mengamati dalam diam bagaimana Gagah dan Taji bertindak dan menerima segala h