Ros bukannya tak ingin membantu Taji pada pertanyaan yang diajukan oleh Ibu nya Ayla barusan. Dia sama sekali tidak menyadari seperti ibu nya Ayla yang sadar lalu menduga bahwa Taji bakal tersenyum setelah ini. Sebab semula Ros memang sedang sibuk dengan apa yang saat ini ia miliki. Ros memperkirakan harus ia apakan benda yang ibunya tinggalkan untuknya ini. Misteri terbesar yang perlu ia pecahkan tentu saja botol mungil yang konon berisi air mata dari ibu nya. Air mata itu kini justru membentuk sebuah safir berwarna biru yang indah. Meski Ros sudah berpikir berulang kali harus ia apakah si batu ini untuk mengungkap pesan lanjutan dari yang ditinggalkan oleh ibu, Ros tetap tak bisa menemukan jawabannya. Ros kemudian malah jadi mentok sendiri.
Ketika ia membutuhkan pengalihan agar tidak ja