“Kematian bisa jadi hal yang paling dekat dengan manusia tanpa ia sadari. Begitu kalimat yang pernah gue denger. Karena hampir setiap hari, manusia harus berhadapan dengan ‘maut’ sambil ia terus menjalani kehidupannya yang biasa saja.” Ros membatin saat dia sudah mulai menyiapkan energinya untuk menghadapi Azil.
Meskipun Ros tahu sejak awal dia memang sudah skeptis terhadap segala hal, tapi kalimat itu tak urung ia dengarkan juga sampai akhir. Ros agak lupa di mana ia dengar pernyataan tersebut. Apakah di kelasnya, apakah melalui saluran TV atau radio, atau mungkin ia dengar dari orang asing yang tak sengaja ia temui di jalan. Tapi yang pasti, Ros merasa ucapan itu bisa menerbitkan motivasi lain dalam diri hingga energi untuk melakukan yang terbaik. Bagi orang lain mungkin, bagi dirinya t