“Kalau kau mati sekarang, apa benar tidak akan ada yang kau sesali, Ros?”
Ros mendengar ada suara yang kembali bicara padanya, di kepalanya sendiri dan tentu saja hal ini cukup mencurigakan. Siapa yang bicara padanya dan menasihati terkait hidup dan mati yang sudah tak pernah ia masalahkan sejak dulu. Sudah sejak dulu Ros menganggap bahwa hidup atau matinya bukan tergantung dirinya. Sebab ia tahu sebelum Ros dilahirkan ke dunia, perkara itu sudah diatur dan bukan jadi urusan dirinya lagi. Tuhan yang sudah punya ketentuan itu. Jika sudah demikian, mengapa kita perlu repot-repot memikirkan harus menjalani hidup dengan sempurna? Bukankah pada akhirnya juga semua akan mengalami hal dan nasib sama? Kembali ke tempat asalnya.
Namun akhir-akhir ini, setelah Ros mencurigai semua hal di hidupnya