“Kemungkinan hidup kita kayaknya nggak sampai seratus persen deh, guys,” kata Ayla saat melihat sekumpulan belis dalam berbagai rupa sedang berjalan ke arah mereka. “Ini beneran pasukannya si makhluk merah tadi? Buat ngehabisin nyawa kita?”
Gagah dan Taji masih memandangi para pasukan yang tengah berjalan ke arah mereka sekarang. “Ini nggak bener, sih, wah. Gila aja kalau sebanyak ini. Jadi tahu geprek kita,” keluh Gagah lalu memegang kepalanya. “Gue nggak bisa mati, tapi kalau pasukan yang dateng segini banyaknya, gue bisa jadi berubah bentuk dan wujud nanti.”
“Tunggu sebentar!” Taji menahan saat Gagah sudah hendak mengeluarkan ilmu untuk memproteksi diri. “Kalian nggak lihat ada sesuatu yang ganjil dari mereka?” tanya Taji sambil memperhatikan para pasukan belis yang berjalan dengan la