“Lo ngomong sesuatu yang mungkin bakal kejadian di masa depan dan itu ada hubungannya sama gue, Gagah, dan Taji, Ay,” kata Ros pada sahabatnya yang masih tampak tak mengerti. “Lo beneran nggak ngeh tadi ngomong apa soal apa yang bakal terjadi habis ini, Ay?” tanyanya dengan tatapan penuh harap. “Lo ngomong semua yang sepertinya terlintas begitu aja di kepala lo dan itu berkaitan sama masa depan gue, Taji, lo dan Gagah juga. Mungkin itu datangnya cepat banget sampe lo juga nggak sadar.”
Ayla yang masih tampak bingung lalu mengangguk. “Ng, iya mungkin,” katanya dengan suara agak gamang. “Ng, bentar deh.” Ayla seperti mengingat sesuatu. “Baru aja gue kayak ngeh kayaknya gue pernah ngomongin masalah tokoh utamanya yang malah mati. Itu kapan, ya?!” tanyanya agak ragu lalu menoleh pada teman-te