“Emang lo beneran sesuka itu sama Ros, ya?!” tanya Ayla dengan ekspresi dan nada bicara menyelidik. Sesungguhnya, pertanyaan Ayla barusan sebenarnya tak perlu diungkapkan. Karena meski tak perlu penegasan, dari sikap dan penuturan pemuda itu sejak tadi saja sudah jadi bukti nyata dari apa yang sedang dirasakannya. Bukan Ayla jika tidak menuntut kejelasan verbal meski secara implisit semuanya sudah terlihat.
Ros kembali terlihat kikuk usai mendengarkan pertanyaan Ayla yang ditujukan pada Taji. Ia hanya mengalihkan pandangannya ke tempat lain sambil menunggu Taji menjawab. Gagah yang sempat tak sengaja menoleh pada Ros menangkap basah saat gadis itu mencoba menyembunyikan rasa rikuh yang tampak jelas terlukis di wajahnya, hanya ikut tersenyum malu-malu. Gagah ingin ikut menggoda Ros juga ta