"Terima kasih atas kerja samanya!"
Heera membungkuk hormat pada para staf karyawan setelah ia berhasil menyelesaikan rekaman untuk kolaborasi comeback-nya yang tinggal beberapa minggu lagi. Heera bernaung di bawah label Moon Entertainment, satu agensi dengan Choi Woobin yang mana agensi tersebut adalah milik Presdir Jey.
Sejarahnya, sih, orang tua Presdir Jey pernah bermimpi diberi permata yang bila dilihat dari bawah bulan, akan memantulkan pendar biru terang dan akan terlihat bulan sabit seolah di dalam batu tersebut. Itu adalah hal yang selalu dikatakan presdirnya bila dijumpai dalam beberapa acara hiburan TV Korea. Padahal sebenarnya, itu adalah perumpamaan untuk mengenang kematian ibunya dua puluh tahun silam. Fakta sebenarnya, ibu Presdir Jey jatuh karena berjalan di tepi jurang demi melihat bulan dengannya dan sang ayah, Yuan.
Fakta menariknya lagi, Moon Entertainment dan YK Entertainment ternyata berdiri di tahun yang sama. Yang mana Yuan dan pemilik awal agensi YK tersebut, Jiseok, berteman sejak kecil. Karena penyakit Yuan, Jey yang mulanya seorang produser musik harus ikut mengurusi sepenuhnya bahkan telah menjadi Presdir tetap. Sedangkan sama halnya dengan YK entertainment, Jiseok telah meninggal dua tahun yang lalu karena kanker otak. Pun Hyunki, anak kedua dari pasangan Ahn Jiseok dan Ahn Sura mendapat warisan paling banyak dan agensi sepenuhnya berada dalam genggaman Hyunki.
Heera dan Manajer Jung keluar dari studio musik Produser Jey di agensi tersebut dan bersiap untuk menuju dorm mereka. Mereka masuk ke dalam lift, yang mana di sana ada Ahn Hyunki, Presdir muda berusia dua puluh sembilan tahun, dan Ahn Yoonji adik perempuannya berusia dua puluh enam tahun. Kabarnya, Kakak pertama mereka Ahn Jiwon berusia empat puluh tahun ini juga seorang CEO dari perusahaan elektronik yang bisa dipastikan setiap rumah pasti memiliki salah satu barang dari label perusahaan tersebut.
Heera dan Manajer Jung tak lupa membungkuk dan memberi hormat padanya. Ahn Hyunki tersenyum seadanya dan menyapa balik. "Baru selesai rekaman, Angel Kim?" Yap, Angel Kim adalah nama panggung Heera.
"Ya, Presdir Ahn. Sebenarnya dilakukan minggu depan, tetapi karena ada acara dan mereka akan sibuk katanya, mereka tidak bilang ada apa, sih. Jadi setelah menilik jadwal, aku menyempatkan hari ini," ujar Heera.
Sementarara di sampingnya, Yoonji hanya berdiam diri karena memang karakternya agak dingin begitu.
"Jadi sampai larut malam begini, ya. Tetapi terima kasih karena sudah mau berkolaborasi dengan Lee Byun."
Heera tersenyum dan berpamitan lebih dulu saat pintu lift terbuka. Lee Byun adalah seorang solo singer yang baru debut setahun lalu. Usianya dua puluh tiga tahun.
Manajer Jung langsung menduduki kursi kemudi dan melajukan mobilnya saat Heera telah mendesahkan napas lelah dan bersiap untuk tidur beberapa menit sebelum sampai di dorm. Tetapi sialnya tak bisa, Manajer Jung yang biasanya diam bila Heera mendapat jadwal sampai malam, kini malah memulai pembicaraan yang tak mungkin ia tangkis.
"Kau tahu kenapa minggu depan mereka akan sibuk?"
"Kenapa?"
"Pergantian Presdir."
"Huh?"
"Kabarnya Presdir Ahn akan menikah."
Heera menatap manajernya dengan raut sangsi. "Lantas apa masalahnya? Dia masih bisa menjadi Presdir, kan?"
"Tetapi itu salah satu persyaratannya kalau ingin menikahi si gadis."
"Persyaratan dari siapa?"
"Tidak tahu. Ada yang bilang kemauan sendiri, atau dari Ahn bersaudara, ada yang bilang juga karena pihak gadisnya yang meminta."
Heera mendecakkan lidahnya tak menyangka, menatap jalanan yang lengang. "Aku tidak habis pikir dia akan menikah dengan gadis yang keluarganya terlalu mengatur ini-itu. Kau tahu siapa si gadis? Kurang ajar sekali dia."
"Ada banyak brand pakaian yang para artis pakai, tetapi katanya gadis itu salah satu desain terbaik yang mendesain outfit beberap artis.'
Heera buntu, ia tak mampu menerka saking lelahnya. Nyaris mengerjapkan mata andai Manajer Jung tak keburu melanjutkan. "Outfit Choi Woobin pernah didesain olehnya."
Heera terenyak. Ia tengah menduga saat ini. Tetapi sialnya banyak sekali outfit yang dikenakan Woobin dan didesain bukan hanya satu orang saja. Tetapi untuk wanita, sekiranya ada tujuh orang yang menjadi tebakannya.
"Mau bagaimana lagi, kan? Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi tetapi sungguh aku mendadak tidak suka dengan si gadis itu. Tidak tahu karena apa."
Manajer Jung tertawa di sampingnya. "Kau sudah biasa begini. Tidak menyukai beberapa orang cuma karena kesan pertama yang kau dapat dalam kepala itu buruk. Padahal itu cuma asumsimu."
"Lantas apa si gadis ittu menurutmu baik? Kau tahu Presdir Ahn sangat cinta dengan dunianya saat ini. Lebih dari lima ratus lagu dia yang menulis. Musik yang dia biat sungguh semuanya luar biasa, untung saja sebelum Presdir Ahn pensiun, aku sempat menyaksikan namanya dalam albumku." Heera menatap manajernya dengan bangga. "Your Soul, ditulis oleh Presdir Ahn." Begitu salah satu larik yang tertulis dalam albumnya.
"Apa kau tidak merasakan ada sesuatu? Kenapa sekiranya dia merelakan hal sebesar ini untuk menikahi si gadis?"
Heera setuju. Lantas ia menatap manajernya dengan raut kuriositas. "Apa sesuatu telah terjadi? Apa dia menghamili anak orang?"
Manajer Jung mendesis tak percaya. "Pikiranmu ternyata benar-benar nyaris keseluruhannya negatif, ya?"
"Lantas apa?"
"Ya kalau dia menghamili anak orang, dia tak perlu sampai harus turun dari jabatan dan meninggalkan dunia entertainment, Heera."
"Lalu menurutmu bagaimana?"
"Well, mungkin sesuatu yang agak krusial, yang tidak bisa dia cegah. Mungkin juga karena kondisi kesehatannya? Membuat dia memang harus pensiun dan istirahat. Karena tidak ada ayah dan ibu, jadi dia memilih untuk menikah agar ada yang mengurusnya."
"Jadi karena keinginan dia sendiri?"
"Mungin, kurang lebih begitu. Well, apapun keputusanya selama yang terbaik, kita bisa apa? Bukan ranah kita juga."
Ada jeda beberapa detik untuk manajer Jung melanjutkan kembali. "Tetapi apa menurutmu, dia akan baik-baik saja?"
"Eyy… ayolah, kau mulai menjadi cenayang lagi, ya?" Heera tertawa. Memiliki Jung sebagai manajernya terkadang menguntungkan, kadang juga membuay suasana jadi makin aneh. Sebab, Manajer Jung memiliki perasaan peka yang agak sensitif, terkadang apa yang ia ucapkan bisa jadi kenyataan, itu sebabnya mengapa Heera tak bisa mengabaikan manajernya begitu saja.
Sebab suatu kejadian buruk pernah ia alami. Dua tahun lalu saat ia berteman dengan seorang trainee, Manajer Jung selalu memintanya untuk tak terlalu dekat, bukan sekali dua kali. Hampir setiap hari dia melarangnya. Tetapi karena Heera merasa cocok, dia jadi tak peduli dan semakin dekat dengan Trainee. Siapa yang sangka, trainee tersebut sebenernya adalah antisnya. Yang ingin menjatuhkannya dengan beberapa skandal yang ia buat. Sialnya, Heera nyaris dilecehkan oleh orang suruhannya saat mereka datang ke sebuah bar. Untung saja di sana ada Presdir Ahn.
Mendadak, Heera merasakan hal serupa. Kecemasan untuk Ahn Hyunki. "Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk. Seperti kau, Presdir Ahn juga sama sensitifnya dengnmu. Jadi kurasa dia bisa menimang apa saja yang baik untuk hidupnya."