"Sebenernya gua masih kepikiran kalo ini bukan sekedar iseng, tapi kayanya gua yang berlebihan sih." Bagas mulai mengetik pada komputernya.
"Santai lah, Gas," ucap Aksa yang memang anaknya paling santai di antara mereka. Terkena masalah besar saja dia santai saja, bagaimana dengan masalah seperti ini, sudah pasti sangat santai. Apalagi ini tidak mengancam dirinya atau siapapun. Kejadian ini memang terlihat konyol dan biasa saja bagi mereka yang tidak mengerti apa maksud dari kejadian tadi. Hanya para agent seperti dirinya, Leo dan juga Pak Johan, dan mungkin Bagas juga termasuk dalam salah satu yang tidak menganggap ini sekedar bercanda.
Karel juga bingung kenapa Bagas begitu mengkhawatir kan kejadian seperti ini, dia kan tidak mengerti apapun, apa Bagas juga termasuk salah satu agent j