Senja baru sampai di rumahnya dengan keadaan basah kuyup karena tadi Senja memaksakan untuk pulang dan tidak berteduh terlebih dahulu padahal tadi si mas ojol sudah menyarankan untuk berteduh terlebih dahulu.
Senja masuk kedalam kamarnya lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, di bawah guyuran shower Senja memejamkan kedua matanya.
" Kamu pasti kuat Senja dan kamu pasti bisa " Gumam Senja mengambil handuk lalu melilitkan handuk ke tubuhnya.
Tok.. tok.. tok...
" Sebentar " Kata Senja yang sudah menggunakan pakian tidurnya
ceklek..
" Nona, ini saya mau mengantarkan teh hangat untuk Nona " Kata seorang wanita
Senja mengerutkan keningnya ia baru mengetahui jika di rumahnya ada wanita " Maaf anda siapa ya? " Tanya Senja
Wanita itu tersenyum " Saya kepala pelayan di sini Nona " Jawab nya
" Oh iya, Terimakasih ya Mbak " Kata Senja yang langsung mengambil secangkir teh hangat
" Sama-sama Nona, jika ada yang Nona butuhkan panggil saja saya " Katanya
" Iyah baik "
Senja menutup pintu kamarnya, senja baru tau jika di rumah ini ada Kepala pelayan Padahal kemarin tidak ada dan bahkan tadi saja Senja tidak melihat ada pelayan.
Karena tidak ingin ambil pusing Senja memilih untuk meminum obat masuk angin lalu ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
~ PAGI HARI
Pagi ini senja tidak pergi untuk joging karena ia harus ke rumah sakit Pagi-pagi, karena Tuan suaminya juga tidak pulang jadi senja tidak perlu menyiapkan keperluan sang suami.
" Mbak, Aku berangkat dulu ya " Pamit Senja
" Nona, saya sudah membuatkan anda sarapan " Kata mbak
" Eum begini saja, Mbak tolong siapakan saja nanti saya bawa ke tempat kerja biar nanti aku sarpan di tempat kerja " Pinta Senja karena dirinya tidak bisa sarapan dulu.
" Baik Nona "
Senja pun berangkat kerja dengan menenteng tas bekal
" Selamat pagi dokter senja " Sapa Darius
" Pagi juga dok "
" Morning " sapa intan
Senja tersenyum kepada Intan " Baru datang juga Dokter intan? "
Intan membuang napasnya " Aku baru saja lembur dan sekarang aku baru mau pulang " Kata intan yang merasa lelah
" Loh bukannya.. "
" Aku tukar jadwal sip soalnya hari ini aku ada perlu " Balas intan " Dah ya, aku cabut dulu dah ngantuk " kata intan
" Iyaj hati-hati di jalan " kata Senja
Setelah kepergian Intan. Senja dan Darius mereka sama-sama masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing.
Seperti biasa Senja akan memeriksa Pasien yang baru melahirkan kemarin, Senja tidak sendiri ia di temani oleh suster.
Jam sudah menunjukan jam makan siang Senja duduk di kantin sedang menunggu pesanannya sambil memainkan handphone "Tante.. " kata anak laki-laki
Senja langsung menoleh ke arah anak laki-laki itu " Iyah ada apa ganteng? " Tanya Senja lembut
"Kevin tidak tau ruangan Ayah dimana, apa tante bisa mengantarkan kevin ke ruangan Ayah? " Ucap anak laki-laki itu sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya.
Senja menggaruk kepala yang tidak gatal" Memangnya siapa nama Ayah nya kevin? Nanti biar tante tanyakan "
Belum juga kevin menjawab tiba-tiba ada yang memanggil kevin " Den... jangan lari-lari " Ucap wanita
Senja melihat ada seorang wanita dengan pakaian yang seperti baby sitter " Apa itu pergi bersama mu? " Tanya Senha memastikan karena takut nya hanya mengaku-ngaku, kepada kevin, dan kevin pun menganggukkan kepala nya.
"Maaf Dokter tadi saya sedang menanyakan ke resepsionis dimana ruangan Tuan devan tapi Den kevin malah lari " kata wanita itu
"Iyah tidka apa-apa tapi lain kali lebih hati-hati ya, walaupun ini rumah sakit tetap saja kita harus waspada karena kita tidak tau niat orang " Balas Senja ramah, lalu Senja berjongkok biar sejajar dengan kevin " Dan buat kevin yang ganteng, lain kali jangan pergi sendiri ya harus menunggu mbak nya oke "
"Maafin kevin tante " Balas Kevin menunduk
"Kalo gitu, saya dan den kevin permisi dulu Dok " pamit wanita itu, yang langsung di bals menganggukkan kepala oleh Senja.
Setelah pesanan datang Senja pun berjalan ke arah ruangannya sambil membawa makanan " Sus jam berapa Pasien berikutnya datang? " Tanya Senja kepada suster
" Jam Dua siang Dok " Jawab suster
" Oh baiklah jadi aku ada waktu buat makan siang dulu " Kata Senja tersenyum
" Oh iya sus temani aku makan yuk, kebetulan aku beli dua porsi " Ajak Senja yang langsung masuk ke dalam ruangannya dengan di ikuti oleh suster.
Senja membuka makanan yang ia beli tadi lalu menikmatinya " Oh iya sus, kira-kira siapa Nama Pasien berikutnya? " Tanya Senja
" Nyonya Arabella. Katanya Nyonya Arabella pagi ini muntah-muntah " Jawab Suser
Deg...
Senja menghentikan makanannya " Nyonya Arabella? " Tanya ulang Senja
" Iyah Dok, tadi Tuan Bisma langsung yang menelpon untuk mengosongkan jadwal Dokter agar ketika Nyonya Arabella kesini bisa langsung di priksa. Orang kaya mah bebas ya Dok hehehe.. "
Senja hanya tersenyum semu mendengar peruturan Suster
" Sepertinya Tuan Bisma sangat menyayangi Nyonya Arabella ya Dok. Begitu beruntungnya Nyonya Arabella bisa memiliki suami seperti Tuan Bisma " Puji Suster itu.
" I..yah " Jawab Senja.
Makan siang pun sudah beres walaupun Senja tidak menghabiskan makanannya karena ia merasa tidak selera.
Jam pun sudah menunjukkan jam dua siang, Tamu VVIP pun sudah datang, Senja menjelaskan gejala yang sedang di alami oleh Nyonya Arabella.
" Nyonya, Selamat ya atas kehamilannya dan jangan terlalu lelah harus banyak istirahat " Kata Senja ramah
Tuan Bisma tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena akan memiliki anak dari wanita yang ia Cintai
" Terimakasih Honey karena sudah memberikan aku Anak " Tuan Bisma mengecup bibir Ara tampa malu
Sedangkan Senja, ia langsung memalingkan pandangannya kearah lain.
" Sayang, kamu kebiasaan deh suka main cium. Malu tau ada Dokter Senja " Tegur Ara sambil tersenyum
Tuan Bisma langsung melirik kearah Senja " Maaf Dok, saya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia saya "
" Iyah tidak Apa-apa Tuan. " Jawab Senja
" Sayang, Aku dengar dari Alea Katanya Dokter Senja ini sangat pintar dan keahliannya juga sudah tidak bisa di ragukan lagi. Bagaimana jika Dokter Senja menjadi Dokter pribadiku? " Tanya Ara kepada Tuan Bisma " Bolehkan Sayang "
Tuan Bisma melirik kearah Senja, Ia merasa tidak enak jika Senja menjadi Dokter pribadi Istrinya bagaimana pun Senja adalah Istri kedaunya.
" Sayang bagaimana? " Kata Ara
" Apa kamu yakin ingin Dokter Senja yang menjadi Dokter kandungan kamu? Apa tidak ingin cari dokter lain saja? "
" Tidak. Aku mau Dokter Senja " Jawab Ara yang pura-pura marah
Karena tidak ingin membuat istrinya sedih akhirnya Tuan Bisma menyetujui keinginan Istrinya ini.
Sedangkan Senja hanya bisa pasrah bagaimana pun dirinya harus profesional apa lagi tidak ada yang tau hubungan dirinya dengan Tuan Bisma.
Setelah kepergian Tuan Bisma dan juga Ara. Senja pergi ke toilet entah kenapa hatinya berat ketika harus menjadi Dokter pribadi Istri pertama suaminya itu.
" Tuhan kenapa harus begini dan kenapa rasanya berat sekali menerima kenyataan ini " Gumam hati Senja.
Senja menyandarkan tubuhnya di tembok " Senja kamu harus kuat, dan kamu pasti bisa melewati dua tahun ini. Setelah semuanya beres kehidupan kamu akan kemabli ke semula " Ucap Senja pelan.
Tok.. tok... tok...
"Selamat malam " Sapa Senja sambil membuka pintu ruangan
" Malam dok " Jawab Devan
"Tante.. " Panggil anak laki-laki itu
"Eh kevin, ko disni.? " Tanya Senja yang langsung berjongkok
" Iyan kan ini ruangan Ayah kevin. tuh " Tunjuk kevin ke arah Devan.
Devan yang melihat interaksi Kevin dan Senja merasa heran
"Apa anda mengenal anak saya.? " Tanya devan
Senja pun berdiri menghampiri devan " Iyan tadi kamu bertemu di kantin " Jawab Senja jujur. Senja pun meminta ijin untuk menggantikan perban.
Tadi ketika Senja habis dari kamar mandi, Senja bertemu dengan Intan yang hendak memeriksa pasien VVIP tapi karena Intan merasa ingin ke toilet, Intan meminta Senja menggantika Intan untuk mengganti perban Pasien.
Sedangkan devan terpesona dengan kecantikan Senja, ia menatap Senja tanpa berkedip " Tuan, sepertinya luka Anda sudah mulai kering "
"Benarkah, tapi aku merasa sakit merasa sakit " Ucap Devan
" Benarkah? "
" Iyah,Kalo tidak percaya coba priksa dadaku " Pinta Devan
Senja memeriksa d**a Yang di tunjuk Devan " Kenapa jantung nya berdetak sangat kencang " Batin Senja
" Sepertinya anda punya kelainan jantung Tuan, baiklah besok saya akan menjadwalkan anda ke ahli jantung " Kata Senja " Saya akan lapor kepada Dokter Intan agar besok Tuan Devan mendapatkan pemeriksaan ke ahli jantung "
" oh iya Tuan, satu lagi kalo bisa jangan sering membawa anak anda kesini karena rumah sakit kurang bagus untuk anak-anak " Saran Senja dan Devan pun menganggukkan kepalanya..
Senja berjongkok di kursi yang sedang kevin dudukki " Hai ganteng, jangan terlalu malam tidurnya ya, terus menunggu ayah nya lebih baik di rumah saja, tidak bagus jika anak seganteng kamu berada di rumah sakit " Ucap Senja sambil mengacak-acak rambut kevin, kevin pun mengangguk " kalo gitu Tante pamit ya "
Senja pun keluar dari ruangan devan, tadi ketikamasuk ke ruangan devan serasa uji nyali apa lagi di depan pintu yang ada yang menjaga dengan pakaian yang seba hitam.