Sesampainya di rumah Senja langsung masuk kedalam kamarnya namun sebelum masuk Senja melihat pintu kamar Tuan suaminya terbuka.
" Apa Tuan Bisma pulang? " Gumam Senja yang hendak melihat namun Tomi keluar dari kamar Tuan Bisma
" Nona "
" Eh kak Tomi " jawab Senja sambil tersenyum " Kakak habis apa di kamar Tuan Bisma, apa Tuan Bisma ada di dalam? " Tanya Senja
" Tuan Bisma malam ini tidak akan pulang karena Tuan Bisma sedang ingin bersama dengan Nyonya Ara. Apa Nona mau menitipkan pesan untuk Tuan Bisma? " Tanya Balik Tomi
Senja membuang Napasnya pelan " Eum.. aku titip pesan untuk Tuan Bisma jika Besok Aku akan pergi ke Bali beberapa hari dengan para Dokter " Kata Senja
" Baik Nanti saya akan sampaikan " Jawab Tomi
" Terimakasih ya kak " Kata Senja
Tomi tidak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya lalu ia pergi.
Senja melihat Tomi yang semakin Jauh, lalu Senja masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.
Tidak butuh waktu lama untuk Senja membersihkan diri setelah beres Senja langsung turun untuk makan malam.
" Mbak masak Apa? " Tanya Senja yang berjalan kearah meja makan
" Selamat Malam Nona " Sapanya
" Malam Mbak " Jawab Senja yang langsung duduk di kursi meja makan
" Tadi saya memasak Seafood mudah-mudahan Nona suka " Kata Mbak
" Oh iya, aku tidak pilih-pilih makanan Mbak jadi pasti aku suka dengan apa yang mbak siapkan " Kata Senja
Mbak itu hanya mengangguk lalu pamit ke belakang.
Senja melihat Seafood di atas meja makan ia merasa sekarang dirinya menjadi sultan karena mau makan saja tinggal makan tidak perlu repot-repot untuk masak terlebih dahulu.
" Percuma juga banyak makanan tapi makan hanya sendirian, punya suami tapi milik orang " Gumam Senja " Yasudah ngapain mikirin suami orang, bukannya lebih bagus seperti ini jadi aku tidak akan takut jika Tuan Bisma melakukan hal yang tidak-tidak kepadaku " Senja langsung mengisi piring miliknya dengan berbagai macam makanan kali ini Senja tidak akan menyia-nyiakan kemewahan ini dan Senja juga akan bersikap bodoh amat kepada Tuan Bisma toh saat ini Tuan Bisma sedang berbahagia karena istrinya sedang hamil.
~ RUMAH UTAMA
Tuan Bisma dan Ara baru beres makan malam mereka duduk di sofa depan Tv " Besok Aku harus pergi ke Bali kamu tidak Apa-apa kan jika di rumah sendiri " Kata Tuan Bisma
" Ko aku di tinggal sih sayang, Aku juga mau ikut " keluh Ara
" Kamu sedang hamil mana mungkin kamu ikut " kata Tuan Bisma " Dan kamu juga pasti denger kan tadi jika kehamilan kamu itu sangat lemah " lanjut Tuan Bisma agak kesal
Bagaimana tidak kesal sedari tadi setelah mengetahui jika Ara hamil Tuan Bisma merasa tidak bahagia apa lagi Ara yang selalu meminta hal di luar nalar membuat Tuan Bisma kesal.
Tuan Bisma menunjukkan kemesraannya di depan Senja karen ia ingin jika orang lain tau jika dirinya sangat bahagia karena akan memiliki seorang anak padahal kenyataannya tidak bahagia sama sekali.
" Kamu marah kepadaku Sayang? "
" Aku tidak marah, hanya saja ingin kamu mengerti saat ini kamu sedang hamil dan tidak memungkinkan untuk bepergian jauh " Kata Tuan Bisma yang langsung meninggalkan Ara
Ara yang melihat suaminya pergi begitu saja langsung melipatkan kedua tangannya di d**a dan enggan mengajar suaminya.
Tuan Bisma mengambil kunci Mobilnya lalu ia pergi ke Klab malam untuk mengusir rasa kesalnya kepada Ara.
Selama pernikahannya dengan Ara baru kali ini Tuan Bisma menginjakkan kakinya di klab malam lagi dan ini pertama kali juga Dirinya menaikan nada tinggi kepada Ara.
" Tuan "
" Kau sudah di sini, temani saya minum " kata Tuan Bisma kepda Tomi
Ya Tomi menyusul Tuan Bisma ke klab malam untuk memastikan jika Tuannya itu baik-baik saja.
" Tom, kamu pasti tau bagaimana perasaan ku kepada Ara dan kamu juga pasti tau bagaimana rasa cintaku kepada Ara tapi entah kenapa ketika aku tau jika ara hamil aku merasa tidak bahagia " kata Tuan Bisma yang meminum minumannya
Tomi merasa bingung dengan ucapan Tuannya ini, bukanya seharusnya bahagia karena akan mendapatkan anak dari wanita yang di cintai tapi kenapa malah sebaliknya.
" Kau pasti herankan? " Tuan Bisma terkekeh " sama Aku juga heran dengan perasaanku sendiri " Lagi-lagi Tuan Bisma meminum minumannya.
" Tuan, anda sudah banyak minum " Tegur Tomi
Tuan Bisma tersenyum kecut " Aku sudah lama tidak meminum ini Tom, semenjak aku menikah dengan Ara. Aku meninggalkan tempat ini dan berhenti untuk minum karena Aku ingin secepatnya memiliki anak tapi.. " Tuan Bisma menghentikan ucapannya lalu meminum kembali minuman itu.
Karena tidak ingin Tuannya terus meberus minum Tomi pun membujuk Tuan Bisma, dengan segala bujukan Akhirnya Tuan Bisma mau di bawa pulang.
Tomi membawa Tuan Bisma ke rumah utama karena tidak mungkin Tomi membawanya ke rumah Senja bisa-bisa nanti Ara akan menuduh Tuanya yang tidak-tidak.
~ PAGI HARI
Tuan Bisma bangun dengan kepala yang pusing ia melihat kesamping namin ia tidak melihat keberadaan Ara disana.
Brak..
" Apa-apa sih kamu, main banting pintu segala " Keluh Tuan Bisma kesal
" Kamu yang apa-apaan. Bukannya kamu sudah janji kepadaku untuk tidak datang ke tempat itu lagi tapi kenapa kamu malah datang kesana dan mabuk-mabukan hah! " Teriak Ara kesal
" Masih pagi sudah ngajak ribut " keluh Tuan Bisma yang langsung turun dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi sambil membanting pintu.
Brak...
" Bisma!! " Panggil Ara sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi
" Awas ya kamu jika sampai aku tau jika kamu bermain jalang lagi maka jangan salahkan aku jika jalang itu mati di tanganku " Teriak Ara di Balik pintu lalu ia pergi membawa tas kecil miliknya.
Tuan Bisma keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk jubahnya, Ia melihat kamar kosong dan tidak melihat keberadaan Ara di dalam kamar. Lagi-lagi Tuan Bisma merindukan rumah Senja.
" Walaupun dia menjadi istriku baru beberapa hari tapi dia selalu patuh dan selalu menyiapkan kebutuhanku tapi Ara? " Tuan bisma menggelengkan kepalanya lalu ia pergi ke kamar ganti karena jam delapan pagi ini dirinya harus sudah berada di bandara untuk pergi ke Bali.
Di Bandara Senja sudah datang sedari tadi dengan satu koper kecil miliknya, Senja bergabung dengan para Dokter yang lainnya termasuk Intan dan Darius.
" Senja, aku tidak sabar ingin cepat-cepat sampai disana dan melihat para bule" Seru Intan yang begitu Antusias
" Pikiranmu cowok mulu " keluh Senja
" Hahaha.. mumpung masih Jomblo kalo sudah punya pacarkan mana mungkin bisa liat Bule ganteng" elak Intan sambil melirik kearah Darius.
Senja menggelengkan kepalanya melihat Sahabatnya ini bisa-bisanya ia begitu mengagumi Bule.
Suasana berubah menjadi riuh ketika mereka melihat Pria Tampan dengan pakian yang beda dari biasanya dan jangan lupakan kaca mata hitam yang ia gunakan membuat Aura ketampanannya itu bertambah.
" Eh eh liat tuh, Tuan Bisma " Seru Intan
Senja tidak bisa membohongi matanya jika itu Adalah Tuan Suaminya, namun Senja langsung menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.
Tidak hanya ada Tuan Bisma, Alea dan juga Denis pun ikut karena mereka tidak ingin melewati resepsi ulang tahun rumah sakit.
" Maaf menunggu lama " Kata Tuan Bisma
" Tidak Apa-apa ko Tuan. " Jawab Intan dengan senyuman yang merekah
" Karena semuanya sudah ada disni mari kita berangkat sekarang " Ajak Tuan Bisma yang langsung di anggukan oleh mereka semua
Alea melambaikan tangannya kepada Senja " Dokter Senja" Sapa Alea
" Nona Alea " jawab Senja Sambel tersenyum
" Dokter, Terimakasih karena kemarin sudah merawat putry saya " Kata Denis suami Alea
" Sama-sama Tuan, lagian itu sudah menjadi tugas saya sebagai Dokter Baby Gempi" Jawab Senja ramah
" Apa kalian akan terus di sini? " kata Tuan Bisma yang langsung pergi
" Dok, nanti duduknya bersama kami ya, Aku sudah memesankan kursi khusus untuk Dokter "
" Tapi Non "
" Aku tidak suka penolakan Dok, sudah Ayok " Ucap Alea yang langsung membawa Senja ke kelas bisnis sedangkan yang lain naik kelas ekonomi.
Senja hanya bisa Pasrah ketika Alea membawa dirinya ke kelas Bisnis mau perotes juga percuma gak akan di dengar oleh Alea.
" Dokter duduk di samping Kak Bisma, Dan aku akan duduk disana sama suamiku " Kata Alea yang menyuruh Senja untuk duduk di samping Tuan Bisma.
Lagi-lagi Senja hanya bisa pasrah walaupun hatinya merasa enggan duduk di sebelah Tuan Bisma.
" Maaf Tuan " Kata Senja yang sudah duduk
" Maaf untuk apa? "
" Maaf karena Aku tidak bisa menolak ucapan Nona Alea " Jawab Senja sambil menunduk
Tuan Bisma melirik senja " Tidak perlu meminta Maaf, Aku begitu tau sipat adikku, jadi jangan banyak protes " Jawab Tuan Bisma.