Hari ini adalah hari pernikahan Senja dan juga Tuan Bisma, Pernikahan Mereka di gelar tertutup bahkan hanya ada beberapa orang yang di percaya oleh Tuan Bisma dan juga Bibi dan paman Senja yang menjadi saksi pernikahan ini.
Setelah mereka sah Tuan Bisma langsung membawa Senja ke salah satu rumah yang berada di kawasan Komplek elit. Tidak sembarang orang yang bisa masuk kedalam kompleks tersebut.
Tuan Bisma sengaja membawa Senja ke kompleks ini karena menurutnya Kompleks ini yang akan aman untuk Tuan bIsma tempati dengan Senja.
" Tomi bawa dia dan tunjukan dimana letak kamarnya " Kata Tuan Bisma dengan nada dingin
Senja hanya membuang napasnya pelan, ingin sekali Senja memaki pria yang telah menjadi suaminya ini sedari tadi suaminya itu terus saja bernada ketus dan juga arogan kepada dirinya.
" Mari Nona " Ajak Tomi kepada Senja
" Baik Tuan Tomi " Jawab Senja ramah
" Nona, sebaiknya Nona tidak perlu memanggil saya dengan sebutan Tuan karena saya adalah bawahan suami anda Nona " Tegur Tomi
" Jika Aku langsung memanggil nama itu cukup tidak sopan, bagaimana jika aku panggil Kakak saja " Kata Senja yang memberikan usul
Tomi melirik kearah Tuannya yang sedang duduk sambil memainkan handphone " Terserah Nona saja " Jawab Tomi pasrah
" Baiklah kak, kalo begitu tunjukan kamarku " Pinta Senja Sambil tersenyum
Tomi membawa senja ke lantai dua, Tomi menunjukkan dimana kamar senja
" Nona, ini kamar Anda Nona dan yang depan adalah kamar Tuan Bisma " Kata Tomi
" Jadi aku dan Tuan Bisma pisah kamar? " Tanya Senja yang langsung di anggukan oleh Tomi
Senja menganggukkan kepalanya " lagian siapa juga yang mau sekamar dengannya " gumam hati Senja.
" Silahkan Nona " Kata Tomi
Senja langsung masuk kedalam kamar miliknya, kamar ini cukup besar bahkan dengan kamar kosannya pun hanya seperempatnya.
" Besar sekali, apa tidak salah kamar kak? " Tanya Senja
" Tidak Nona " Jawab Tomi
" Hm.. baiklah Kak, mulai sekarang aku akan tinggal di kamar ini dan akan menjadi istri di atas kertas hehehe.. "
Tomi yang mendengar celotehan Senja hanya bisa diam tidak ingin menanggapi Nona barunya itu. " Nona jika sudah tidak ada yang Nona butuhkan lagi, Saya permisi " Pamit Tomi yang di balas anggukan oleh Senja.
Setelah kepergian Tomi. Senja menyeret koper miliknya kedalam dan duduk di pinggir tempat tidur, Senja masih menatap kesetiap sudut kamar " Kamar orang kaya memang beda ya " Ucap Senja " Baiklah Senja sekarang hidupmu sudah di miliki oleh pria kaya itu jadi nikmati saja hidupmu sebelum dirimu di buang hehhee.. " Senja terkekeh dengan ucapannya sendiri.
Meratapi nasib? mana mungkin Senja akan terus-menerus meratapi nasibnya yang tidak sejalan dengan keinginannya.
Ini sudah menjadi keputusan dirinya untuk menerima pernikahan ini, Dan Senja akan tagih janji pamannya yang akan keluar dari rumah Alm ayah dan ibunya setelah satu bulan nanti, Senja tidak ingin pengorbanannya akan sia-sia.
Karena gerah Senja pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Gaun yang cukup panjang tidak membuat Senja kesulitan untuk membuka gaun ini karena gaun ini menggunakan kancing depan.
~ DI BAWAH
Tuan Bisma sedang asik bertukar chat dengan istrinya.
Tomi yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya bisa-bisanya Tuannya itu masih bertukar pesan dengan istri pertamanya padahal malam ini adalah malam pertama untuk dirinya dan juga istri mudanya.
" Tomi, Saya minta kamu belikan kalung berlian untuk istri saya " Pinta Tuan Bisma
" Apa ini untuk Nona senja? " Tanya Tomi
" Ck.. kau pikir wanita itu sebegitu berharganya sehingga saya harus membelikan dia kalung berlian hah! " Bentak Tuan Bisma " Kalung itu Untuk istriku, aku merasa bersalah kepadanya karena telah menikahi lagi di belakangnya " Lanjut Tuan Bisma
Tomi menggaruk kepala yang tidak gatal lalu ia mengangguk patuh " Baik Tuan " Jawab Tomi
" Saya ingin berlian merah, karena Bela tidak pantas memakai perhiasan murahan " Kata Tuan Bisma.
" Baik Tuan "
Sedari tadi Senja menguping pembicaraan dua pria itu, Hatinya merasa di tusuk oleh ribuan jarum, Senja langsung mengusap pipinya yang basah karena air mata lalu ia turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam.
" Tuan " Sapa Senja ramah
" Hm.. segeralah masak. saya sudah lapar " Kata Tuan Bisma
" Baik Tuan " Jawab Senja
Sebenarnya Tuan Bisma sudah menyiapkan Koki dan juga pelayan namun untuk satu Minggu ini Tuan Bisma sengaja meliburkan mereka karena ia ingin melihat Senja yang merasa kerepotan.
Senja langsung pergi ke dapur dan mencari bahan untuk ia masak malam ini, Untung isi kulkas komplit jadi senja bisa memasak dengan cepat.
Senja mengambil kentang, sayuran dan juga daging segar untuk ia olah.
Setelah berkutat dengan pisau di dapur akhirnya masakan Senja beres juga, SOP daging sapi, acar, sambel dan juga kerupuk emping yang akan menambah citra rasa dan jangan lupakan Nasi tanpa nasi mana mungkin Senja bisa kenyang.
" Tuan, Makanan sudah siap " Kata senja kepada Tuan Bisma
" Hm.. " Jawabnya dingin
Senja langsung mengekor di belakang Tuan Bisma, Ia langsung mengisi mangkuk Tuan Bisma dengan sayur Sop daging.
" Saya tidak makan nasi " Tolak Tuan Bisma
" Tuan tenang saja, Aku sudah merebus kentang untuk anda " Jawab Senja.
Untung Senja sudah banyak bertanya kepada Tomi, Apa saja yang di suka dan tidak di sukai oleh Tuannya jadi ia tidak repot lagi.