Seperti biasa Senja selalu bangun pagi, Senja turun dari tempat tidur dan langsung membersihkan wajahnya karena ia ingin pergi joging.
Pakaian yang di pakai oleh Senja cukup pas di tubuhnya membuat setiap lekukan tubuh Senja menonjol, Senja sangat menikmati suasana pagi di kompleks ini apa lagi di sini tidak terlalu banyak penghuni membuat Senja nyaman.
" Selamat pagi Nona " Sapa sekuriti
" Pagi juga Pak " Jawab Senja ramah lalu ia melanjutkan jogingnya.
Karena sudah merasa lelah Senja pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Senja tidak melihat keberadaan Tuan Bisma mungkin karena masih pagi dan Tuan Bisma juga masih tidur.
" Syukurlah Tuan Bisma belom bangun " Gumam Senja yang langsung masuk kedalam kamar dan memberikan dirinya.
Tidak butuh waktu lama Senja langsung keluar dari kamar dan hendak pergi ke dapur.
" Bagus jam segini baru bangun, mau jadi istri durhaka kamu " Herdik Tuan Bisma yang sedang duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya dan melipatkan kedua tangannya di d**a.
Langkah Senja langsung terhenti ketika mendengar suara Tuan Bisma " Tu..an " kata Senja terbata
" Baru juga sehari sudah melunjak "
Senja membuang napas pelan " Maaf Tuan, Aku janji tidak akan mengulanginya lagi " Kata Senja yang memilih untuk mengalah
Tuan Bisma memalingkan wajahnya kearah lain " Cepat pergi ke dapur, buatkan saya sarapan " usir Tuan Bisma yang langsung di anggukan oleh Senja.
Senja memilih untuk mengalah dari pada harus berdebat dengan Tuan Arogan itu.
" Masih pagi udah marah-marah saja " Gerutu Senja pelan
Senja langsung menyiapkan sarapan untuk Tuan Bisma, Kali ini Senja hanya membuat sandwich tuna dan satu gelas jus apel.
" Beres, Mudah-mudahan Tuan Bisma suka " Gumam Senja membawa satu piring sandwich tuna ke meja makan lalu ia mencari keberadaan Tuan Bisma
" Tuan... " Ucapan Senja terhenti karena Bisma langsung memberi kode untuk diam
Senja pun langsung diam dan menundukkan kepalanya, ia merasa iri ketika mendengar ucapan manis Tuan Bisma kepada Istrinya.
" Sadar Senja kamu hanya istri di atas kertas jadi jangan berharap lebih " Gumam Hati Senja
Karena tidak ingin terus mendengarkan ucapan Tuan Bisma kepada Istrinya, Senja memilih untuk pergi ke kamar dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
Tok.. tok.. tok...
" Ya sebentar " Teriak Senja yang langsung membuka pintu kamarnya
Ceklek...
" Kak Tomi, Ada apa? " Tanya Senja
" Nona di panggil Tuan Bisma " Jawab Tomi yang menundukkan kepalanya karena ia tidak berani menatap istri Tuannya itu.
" Hm.. baiklah, sebentar lagi aku turun " Balas Senja yang langsung di anggukan oleh Tomi
Senja Kemabli kedalam kamar dan membenarkan riasan wajahnya lalu ia mengambil tas.
Dengan buru-buru Senja turun dari tangga karena ia tidak ingin mendapatkan amukan lagi dari Tuan suaminya itu
" Tuan " Sapa Senja
Tuan Bisma yang sudah duduk di meja makan langsung menoleh kearah Senja dan memberikan tatapan tidak suka.
" Lain kali jika saya sedang menelpon atau sedang jalan dengan istri saya, saya harap kamu tidak menegur ataupun so kenal dengan saya, karena saya tidak ingin istri saya curiga ataupun terluka hatinya hanya karena wanita seperti dirimu " Herdik Tuan Bisma
Senja meremas tali tas nya, senja benar-benar merasa terhina oleh ucapan Tuan suaminya ini " Saya tau Tuan, dan saya akan jaga sikap saya " Jawab Senja " Apa ada lagi yang ingin anda katakan? jika tidak Saya mau pergi bekerja " Tanya Senja dengan suara ketusnya.
" Pergi sana " Usir Tuan Bisma tanpa menoleh kearah Senja.
Senja pergi dengan jalan kaki karena motor metik nya masih di rumah pamannya " Pulang kerja aku harus mengambil motorku di rumah paman " Keluh Senja. tidak mungkin kan setiap hari senja harus jalan kaki ke depan kompleks.
Di jalan raya Senja langsung mencari angkutan umum, kali ini senja akan menggunakan angkutan umum untuk pergi ke rumah sakit.
Tidak butuh waktu lama Senja pun sampai di rumah sakit dengan membawa sebungkus lontong sayur karena tadi ia tidak sempat sarapan.
" Selamat pagi Dokter Senja " Sapa Sekuriti
" Selamat pagi juga Pak " Jawab Senja ramah
" Dokter Senja "
Senja langsung menoleh kearah sura " Intan "
" Hehehe.. Cepet banget sih kamu jalan " Keluh Intan
" Lagian ngapain kamu ngejar aku " Keluh Senja aneh
" Ya kan biar kita masuk bareng aja, oh iya ko tadi aku liat kamu turun dari angkot, kamu gak naik motor? " Tanya Intan heran
" Ia tadi aku naik angkot soalnya motorku di rumah paman " Jawab Senja
" Tumben dia mondok disna "
" Kan kemarin aku.. " Ucapan Senja terhenti
" Kemarin aku apa? " tanya Intan
" Kemarin aku habis makan malam di rumah paman, terus kebetulan paman pinjam motor " elak senja tidak mungkin senja menceritakan semuanya kepada Intan, cukup rahasia ini ia simpan sendiri.
" Oh gitu, yaudah ayok masuk " Ajak Intan
" Hm.. "
Mereka berjalan kearah ruangan senja, Senja yang sudah tidak tahan karena laper pun ia langsung meminta OB untuk mengambilkan mangkuk.
" Mas, Maaf tolong ambilkan mangkuk ya di dapur " Pinta Senja ramah
" Baik Dok " Jawab nya.
" Tumben kamu sarapan di rumah sakit, biasanya juga kamu tidak pernah telat sarapan " Intan duduk di sofa
Senja menggantungkan tas nya lalu ia duduk di sofa kecil " Tadi pagi ada serangan Pajar membuat aku tidak mood buat sarapan " Balas Senja.
" Oh iya, Apa kamu sudah dengar jika akhir Minggu ini direktur rumah sakit akan mengajak kita jalan-jalan ke Bali katanya sih memperingati ulang tahun rumah sakit "
" Aku belum dengar " Jawab Senja yang langsung memakan sarapannya
" ck.. Nah sekarang aku sudah kasih tau kan jadi kamu siap-siap lah, kita senang-senang di sana siapa tau ada bule yang nyantol hehhehe.. " lagian Pak Dirut sudah memperingati jika ada salah satu di antara kita yang tidak ikut maka kita akan kena denda dan gajih tahunan kita tidak akan keluar "
Senja hanya bisa membuang napasnya pelan, bukan tanpa alasan kenapa senja tidak mau ikut karena senja yakin jika suami arogan dan istrinya juga akan hadir.