Jam sudah menunjukkan Jam makan siang Senja dan Intan langsung berjalan kearah Kantin untuk mengisi perutnya mereka.
" Dokter Senja " Sapa seorang pria
" Dokter Darius " Jawab Senja sambil tersenyum
" Cie cie.. yang udah lama tidak ketemu " Ledek Intan
" Apaan sih, sirik aja " Timbal Darius sambil tersenyum
Darius adalah salah satu teman Senja namun beberapa bulan kebelakang Darius di tugaskan untuk menjadi relawan di salah satu kota dan pagi ini Darius baru masuk kerja lagi.
" Ia nih hehhee.. " Senja terkekeh
" Cih.. Udah yuk, ngobrolnya di Kangin aja sambil mengisi perut " Keluh Intan
" Iya iya.. Mari dok " Kata Senja
Mereka pun mengambil makanan mereka lalu duduk di meja yang dekat kaca
" Kapan Dokter kembali? " Tanya Intan
" Kemarin sore, sebenarnya Aku masih di kasih cuti oleh pihak rumah sakit tapi Aku sudah rindu dengan... " Darius menghentikan ucapannya lalu menatap wajah cantik senja
Intan yang sadar hanya bisa menggelengkan kepalanya " Dengan Dokter Senja maksudnya " Tebak Intan
Uhuk.. uhuk....
Senja tersedak oleh makannya " Pelan-pelan Senja " Kata Darius yang memberikan air minum kepada Senja
" Terimakasih Dok " Senja langsung meminum air putih yang di kasih oleh Darius
" Kamu tidak apa-apa Senja? " Tanya Intan dengan polosnya
Senja memberikan tatapan dingin kepada Intan " Lain kali kalo ngomong itu hati-hati Tan, bagaimana jika nanti ada yang dengar " Tegur Senja
" Hehehe Maaf " Intan menggaruk kepala yang tidak gatal
Darius menatap Senja dalam diam, sedari dulu Darius sangat menyukai Senja bahkan ia ingin cepat-cepat pulang ke kota demi wanita pujaannya tapi sepertinya hanya Darius yang memiliki perasaan dan senja tidak.
" Oh iya dok. bagaimana disana apa disana sudah baik-baik saja? " Tanya Senja yang mengalihkan pembicaraan
" Sudah, bahkan sudah lebih baik " Jawab Darius
" Syukurlah,.. kasian ya mereka harus tekena musibah sebesar itu " Kata Senja yang merasa kasian kepada warga yang terkena musibah
" Kamu benar, bahkan banyak anak-anak yang kehilangan anggota keluarganya " Timbal Darius sambil memakan makanannya
" Aku tidak ke banyang jika menjadi mereka pasti akan sangat sedih sekali " Balas Intan
" Kamu benar, mudah-mudahan saja di balik musibah ini mereka lekas sembuh dan mendapatkan kebahagiaan yang baru " Ucap Senja.
Senja bisa merasakan bagaimana perihnya di tinggalkan oleh kedua orang tua sekaligus rasanya itu sangat perih sekali bahkan sampai saat ini Senja masih mengalami mimpi buruk.
Makan siang telah usai intan sudah pergi lebih dulu karena ada pasien yang baru datang di UGD. Senja dan Darius mereka berjalan beriringan, mereka seperti sepasang kekasih yang sangat serasi, yang satu tampan dan yang satu cantik.
" Dok, saya pamit keruangan dulu " Kata Senja
" Senja "
" Iya ada apa dok? " Tanya Senja
" Apa nanti malam kamu punya acara? "
Senja tersenyum tipis " Maaf dok, sepulang dari sini Aku harus ke rumah paman. lain kali saja ya Dok " Tolak Senja halus
Darius menganggukkan kepalanya pelan " Baik Dokter Senja, Aku akan nantikan saat itu " Jawab Darius yang memiliki harapan lebih kepada Senja
Senja bukan orang bodoh yang tidak mengetahui sikap Darius, Dan senja juga tidak munafik jika dirinya juga suka kepada Darius tapi untuk saat ini senja tidak bisa berhubungan dengan pria lain karena dirinya terikat oleh pernikahan.
" Maafkan aku Dokter Darius, mungkin kita tidak berjodoh mudah-mudahan Dokter bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku " gumam Hati Senja yang langsung pergi keruangan kerjanya.
~ DI KANTOR
" Hai sayang " Panggil Arabella
" Halo honey " Pria itu langsung mencium Bibir Ara di depan Tomi
Ara tidak merasa malu karena ia sudah terbiasa seperti itu " Kamu cantik sekali Honey " Puji Tuan Bisma
" Kalo aku tidak cantik mana mungkin Kamu mau sama Aku Sayang " Ucap Ara dengan suara centilnya
" Hahaha kamu bisa saja Honey "
Tomi yang ada disana hanya bisa menggelengkan kepalanya Tomi tidak bisa menegur kelakuan kelakuan suami istri itu karena dirinya hanya seorang bawahan.
" Tomi pergilah, dan kosongkan jadwalku siang ini karena aku sedang ingin bersama istriku " Tuan Bisma mengecup leher Ara
" Baik Tuan " Jawab Tomi patuh
" Aku rindu kamu Honey " Ucap Tuan Bisma
Dengan senang hati Ara langsung membuka semua pakaian miliknya lalu ia bergoyang-goyang di atas pangkuan Tuan Bisma
Bagi Ara tidak jadi masalah ia merasa lelah karena memanjakan adik suaminya yang penting Rekening Miliknya penuh oleh kiriman uang dari Tuan Bisma.
" Eum... aaaaaahhhhh..... "
" Yes Honey.. Lebih cepat " Pinta Tuan Bisma
Ara mempercepat gerakan nya bahkan Keringat Ara sudah bercucuran di atas d**a bidang Tuan Bisma
Inilah yang di sukai oleh Tuan Bisma, Ara begitu lihai dalam bermain bahkan Ara bisa memuaskan dirinya tanpa harus membalas sentuhan Ara.
Plak... Plak...
Tuan Bisma memukul Pepaya gantung milik Ara membuat Ara Meringis keni*** " Eum.. Sayang... "
" Terus jangan berhenti... aakuuu mau Samapi " Kata Tuan Bisma
" Oh sayang, Milikmu sangat Nikmat " Racau Ara sambil menggoyangkan pinggulnya
Tuan Bisma menarik rambut panjang Ara lalu ia juga meremas pepaya gantung Ara " Ini sudah kendor pergilah perawatan aku tidak ingin pepaya mu kendor seperti ini " Sela Tuan Bisma ketika dirinya hendak sampai puncak
Ara hanya memutarkan kedua bola matanya lalu ia meracau tidak karuan, Milik suaminya ini benar-benar nikmat membuat Ara juga tidak berhenti menikmatinya..
" Aku sampai Honey "
" Aaaahhhhhh.... " Teriak Tuan Bisma sambil meremas pepaya gantung dengan kencang membuat Ara meringis kesakitan
" Terimakasih Honey, kau selalu nikmat hanya saja aku mulai tidak suka dengan pepaya gantung milikmu, pergilah perawatan nanti aku akan transfer biyayanya " Kata Tuan Bisma sambil memejamkan matanya.
Ara turun dari tubuh Tuan Bisma dengan hati yang agak dongkol, dirinya tadi hendak keluar namun tidak jadi karena Tuan Bisma meremas pepaya miliknya dengan erat.
" Baiklah sayang, Aku akan pergi ke luar negri untuk merawat pepaya gantung milikmu ini, tapi aku juga ingin sambil belanja. boleh? " Kata Ara yang memeluk tubuh suaminya
" Boleh sayang, lakukan apapun yang kamu mau " Kata Tuan Bisma mencium kening Ara.
" Terimakasih sayang "