Rekal merutuki kesalahannya karena lalai tidak menjemput kekasihnya, padahal ia samgat tahu akan janji untuk mengantar jemput sebagai gantinya dan karena ia yang mau juga. "Na, angkat telepon aku. Plis," gumam Rekal sambil berusaha menelepon terus kekasihnya, hingga laju mobilnya berhenti di perusahaan yang kemungkinan tidak ada orang lagi.
Laki-laki tersebut turun dari mobil dan mencari keberadaan kekasihnya tersebut. "Begoo! Kenapa lu bisa lu buat jemput Ana, Kal!" seru Rekal menyalahi diri sendiri, Rekal berputar-putar mencari keberadaan kekasihnya hingga ia menghela nafasnya pasrah dengan menahan amarah karena dirinya sendiri.
"Pak Rekal? Ada apa malam-malam kesini?" tanya salah satu security yang memang berjaga malam, Rekal mendongak menatap ke arah pria tegap tersebut lalu bertanya