Laki-laki dengan paras tampan tersebut melangkahkan kakinya keluar dari mobilnya yang terparkir tepat di depan pintu masuk perusahaannya, dengan pakaian yang belum diganti dan dirinya yang belum mandi ia sangat pede memasuk perusahaan dengan senyuman yang semringah, setidaknya ia tidak sia-sia tidur di mobil agar dimaafkan kekasihnya tersebut. Rekal melangkahkan kakinya memasuki lift yang terbuka, namun para karyawannya enggan untuk masuk membuat laki-laki tersebut bertanya, "Kalian enggak masuk?" Beberapa karyawannya saling menatap satu sama lain dengan raut wajah gugup.
Rekal mengernyitkan dahinya menatap ke arah karyawannya yang enggan untuk masuk. "Kalau gitu saya tutup ya pintu liftnya," kata Rekal yang di angguki sopan oleh para karyawan yang berada di depan pintu lift tersebut, tan