Tik.. Tik.. Tik... Zraasshhhh
Bella terkesiap ketika baru saja ia mendengar tetesan air jatuh di teras rumah yang kemudian disusul guyuran air hujan deras yang tiba-tiba membasahi tanah di sekitar rumahnya. Dari balik jendela kamarnya, Bella merenung kembali sambil memegang buku Sihir Kristal dan memandang ke arah danau. 'Kenapa hujannya tiba-tiba deras begini? Jarang sekali hujan seperti ini terjadi di sini.' Ia mengamati kembali sekitar rumahnya melalui jendela kamarnya. Tanpa sadar, ia melihat di tengah danau Kristal ada kilatan cahaya yang menyilaukan, Bella memejamkan matanya lalu melihatnya kembali. Namun cahaya itu sudah menghilang.
'Apakah itu tadi imajinasiku saja?' Bella bertanya-tanya dalam hati. 'Ah sudahlah, aku hanya terlalu banyak berimajinasi saja.' Bella terkekeh sendiri sambil menepuk pelan dahinya.
Ditatapnya kembali buku berjudul Sihir Kristal di tangannya. Dia sangat ingin membaca seluruh isi buku itu. Kenapa buku ini sama sekali tidak berat? Padahal buku itu tebal dan mungkin isinya ribuan halaman. Bella menimbang-nimbang buku di tangannya. Baru saja ia akan membuka buku itu, namun ketukan pintu kamarnya membuatnya mengurungkan niat untuk membaca buku itu sekarang.
Ketukan pintunya semakin keras dan cepat, Bella bergegas meletakkan buku itu kembali ke lacinya. Ketika pintu kamar ia buka, bibinya buru-buru masuk ke kamar Bella dengan raut wajah yang tampak sangat cemas.
"Bella, tanda itu datang!" kata Bibi dengan suara bergetar.
"Tanda apa Bi?" Bella memegang tangan Bibinya yang terasa dingin.
"Bella, Raja Kegelapan sudah mulai bertindak! Dia ingin menambah kekuatannya melalui danau dan air terjun Kristal!" Bibi masih berkata dengan panik.
"Apakah Bibi bisa menjelaskannya dengan lebih jelas lagi ke Bella? Dan apakah tanda itu berkaitan dengan kilatan cahaya yang ada di pusat danau tadi?" tanya Bella terus terang, ia tak ingin menutupi apa yang ia lihat tadi. Meskipun Bella menganggapnya hanya imajinasi saja. Namun Bibi Delia mengatakan ada tanda sehingga Bella menganggap itu bukanlah imajinasinya semata.
Bibi Delia menatap mata Bella dengan sorotan tak percaya. "Kamu melihat itu Bella?" tanya Bibi memastikan kembali.
"Aku hanya melihatnya sekilas saja Bi. Cahayanya terlalu silau jadi aku tutup lagi mataku dan ketika membuka mata, cahaya itu sudah hilang begitu saja." Bella menjelaskan dengan hati-hati.
Bibi Delia bergegas keluar dan langkah kakinya tergesa-gesa menuju kamarnya. Hal yang pertama ia cari adalah Buku Sihir Kristal. Dicarinya buku itu ke mana-mana namun tak ia temukan. Andai saja dia memiliki Sihir Bayangan. Maka ia tak perlu mencari dan bisa langsung menemukan buku itu. Sayangnya Sihir Bayangan sudah sangat langka dan yang ia ketahui hanya 2 orang yang memilikinya, teman kampusnya, Nawa, dan juga Bella yang pastinya memiliki seluruh elemen sihir.
Bella mengikuti langkah Bibinya dan ia tersadar bahwa Bibi sedang mencari buku itu, Sihir Kristal, yang saat ini masih tersimpan di laci kayunya. Bibi Delia berbalik dan menatap Bella yang sedari tadi di belakangnya. "Bella, apakah kamu tau buku tua tebal yang ada di kamar Bibi, isi halamannya mungkin beribu-ribu halaman. Buku itu berjudul Sihir Kristal." Bibi Delia menatap Bella penuh tanya.
Bella menunduk dan menjawab, "Maafkan Bella Bi, saat itu Bella menemukannya di bawah lemari kayu Bibi. Bella sungguh ingin mengembalikannya, namun Bella urungkan karena judul bukunya yang menarik." Bella semakin menundukkan wajahnya.
Bibi Delia mendekati Bella dan membawa Bella ke pelukannya. Bibi Delia menepuk pelan punggung Bella dan berkata lirih. "Sudah saatnya tiba Bella. Kamu harus segera menguasai semua elemen sihir itu. Dalam beberapa tahun yang akan datang, mungkin secepatnya 5 tahun atau selambat-lambatnya 10 tahun lagi, kamu harus bisa melawan Raja Kegelapan..." Bibi Delia melepas pelukannya dan tersenyum, "Tugasku sudah selesai Bella, kedepannya kamu harus menemui guru-guru yang akan mengajarkanmu untuk menguasai seluruh elemen sihir," lanjutnya.
"Aku harus bagaimana Bi? Aku tidak tau harus memulai dengan apa, aku pun tidak tau siapa itu Raja Kegelapan. Dan apa hubungannya dengan cahaya yang kulihat tadi?" tanya Bella.
"Kamu akan mengetahui semuanya dengan membaca buku Sihir Kristal. Dan kilatan cahaya itu tidak hanya di danau, Bella. Aku yakin di air terjun pun ada cahaya itu. Dan itulah tandanya kamu harus segera menguasai semua elemen sihir. Danau dan air terjun itu akan memberikanmu kekuatan lebih, Bella. Cahaya itulah tadi yang menyambutmu, mereka menghormatimu sebagai pewaris Sihir Kristal. Danau dan air terjun itu, hanya kamu yang bisa menaklukkannya, sebagai penyempurna sihirmu. Maka sebelum Raja Kegelapan bertindak lebih jauh, besok kamu harus segera menaklukkan danau dan air terjun Kristal. Bacalah buku itu dan segera temukan cara untuk mengambil kekuatan Danau dan Air Terjun Kristal Bella. Bibi akan menemanimu besok," ucap Bibi Delia menjelaskan panjang lebar.
Bella terdiam cukup lama demi mencerna semua hal baru yang dia dengarkan saat ini. Bibi Delia sudah tidak berada di dekat Bella lagi dan sudah mengeluarkan kertas dan pena. Bibi Delia sedang menuliskan keadaan saat ini untuk memberi tahu keluarga kerajaan, Kerajaan Magie, tempat ayah, ibu, serta saudara-saudara Bella berada. Bibi Delia lalu memanggil seekor burung yang tak tahu bagaimana datangnya, sekejap burung itu sudah terbang membawa surat untuk Kerajaan Magie. "Bella sekarang masuklah ke kamarmu dan bacalah buku Sihir Kristal mengenai danau dan air terjun Kristal."
"Baik Bibi." Bella tak lagi bertanya ke Bibi Delia dan berlalu meninggalkan kamar Bibi menuju kamarnya.
Diambillah kembali buku yang belum sempat ia baca itu dari lacinya. Hujan sudah berhenti sejak ia menyusul Bibinya tadi. Matahari sudah bergulir diganti cahaya remang dari Bulan. Lampu kamarnya mulai dinyalakan. Bella membawa bukunya ke atas tempat tidurnya dan mulai membuka buku itu dengan hati-hati.
'Wahai penguasa sihir Kristal, aku akan memberikan semua pengetahuan mengenai sihir Kristal padamu dengan perlahan. Maka pertama yang harus kamu lakukan adalah memiliki kekuatan Danau Kristal dan Air Terjun Kristal.' Saat membuka buku itu, seakan sudah tahu apa niat Bella membukanya, buku itu secara otomatis membuka Bab mengenai Danau Kristal dan Air Terjun Kristal. Bella terkesiap, ia tak menyangka buku itu seperti hidup dan secara tidak langsung melayaninya.
Bella membaca dengan penuh konsentrasi. Ia ingin mengetahui kenapa ada kilatan cahaya itu dan bagaimana cara ia menaklukkan Danau dan Air Terjun Kristal. Semuanya serba mendadak, Bella sepertinya belum siap dengan berbagai hal yang begitu tiba-tiba.
Kilatan cahaya itu, benar apa yang dikatakan Bibinya, Kilatan Cahaya Penghormatan. Hal itu terjadi ketika Danau dan Air Terjun Kristal menemukan pewaris Sihir Kristal dan menganggap pewaris itu sudah siap menanggung seluruh beban berat untuk melindungi Kerajaan Magie dan penduduk-penduduk dari ambisi Penguasa Kegelapan.