Bum.. Bum.. Bum...!
Bella mendengar di kejauhan bunyi dentuman kencang. Sepertinya ada orang yang sengaja melempar dentuman itu dan suaranya terdengar oleh Bella dari rumahnya. "Bibi mendengar suara itu?" tanya Bella kemudian.
"Suara apa Bella?" Bibi Delia menoleh kaget.
"Suara dentuman Bi, aku tidak tahu sejauh apa. Tapi aku mendengarnya Bi." Kesiur angin membelai dedaunan pohon di sekitar rumah Bella. Degup jantung Bella terasa berkejaran. Tak beda dengan Bibi Delia. Walaupun Bibi Delia tidak mendengar suara dentuman itu, ia tau bahwa ini ulah Raja Kegelapan yang diyakininya sudah tak jauh dari danau dan air terjun Kristal.
Bella memejamkan matanya dan konsentrasi kembali, ia tak ingin bahaya yang akan datang menggagalkan misinya untuk melakukan penyatuan kekuatan. Ia melangkah keluar rumah disusul Bibi Delia. Bibi Delia memegang sebuah pisau kecil yang akan dibutuhkan Bella saat proses penyatuan kekuatan.
"Bella, kau tak perlu risau. Bibi akan menghalangi Raja Kegelapan agar tidak akan pernah bisa mengganggu misimu. Cepat lakukanlah. Rapalkan mantranya dan segera lakukan penyatuan," ucap Bibi Delia.
Bella menghirup udara dalam-dalam, merasakan kekuatan di sekitar tempatnya berdiri. Ia menatap Bibi Delia yakin.
Bella menuju danau Kristal dan melihatnya sebentar kemudian mulai memejamkan mata lagi mencari sumber kekuatan dan mencoba konsentrasi kembali. "Wahai Danau Kristal, sumber kekuatan Sihir Kristal yang murni. Terimalah salam hangat dariku pewaris Sihir Kristal. Pewaris Sihir Kristal telah kembali memenuhi kewajiban untuk menjaga keseimbangan bumi. Izinkanlah aku menyatukan kekuatanmu dalam kekuatanku," Bella mulai merapalkan mantranya.
Bella merasakan seluruh tubuhnya menggigil, tangannya bergetar merasakan sesuatu yang sedang masuk ke dalam tubuhnya. Angin mendesau, petir menggelegar, daun-daun bergemerisik kencang. Bibi Delia mulai menjauh agar tidak mengganggu proses penyatuan kekuatan. Bibi Delia mulai meneliti ke sekitar danau Kristal dan menatap hutan Ilusi. Sejauh ini ia belum mendengar dentuman yang diucapkan Bella beberapa waktu lalu.
Meskipun tak mendengar, ia tetap waspada. Matanya melirik ke sana-sini. Ia masih memberikan sulaman-sulaman kekuatan untuk hutan Ilusi di hadapannya, sambil sesekali menengok ke belakang melihat Bella yang sedang berjuang menerima beratnya kekuatan Danau Kristal. Bibi Delia menatap sendu, Bella si bidadari cantiknya yang selama ini ia besarkan dan didik seperti anaknya sendiri sudah tumbuh besar dan Danau Kristal sudah menganggap Bella mampu untuk menerima beban tanggung jawab ini di usianya ke 17 tahun ini. Bibi Delia tidak tega dengan Bella yang masih sangat muda dan harus merelakan masa mudanya untuk menanggung beban sebesar ini.
Bibi Delia berpaling dan menatap hutan Ilusi kembali. Ia pun konsentrasi agar bisa segera menghalau berbagai bahaya yang mungkin mengincar Bella. Ia merasakan melalui tangannya, di tanah dengan jarak sekitar sembilan kilometer, ada yang sedang melepaskan dentuman bertubi-tubi ke tanah. Bibi Delia yakin dia adalah Raja Kegelapan. Tak disangkanya, Raja Kegelapan sudah semakin dekat hingga Bibi Delia merasakan melalui sulaman kekuatan yang ia sebarkan melalui tanah. Tak ingin kalah, ia pun mengirimkan kekuatan melalui angin untuk memperkuat hutan Ilusi kembali. Ia tak punya kemampuan seperti Bella yang bisa mendengar suara di kejauhan beratus-ratus kilometer. Ya, hutan Ilusi memang seluas itu. Sangat luas. Bibi Delia pun berdoa agar Raja Kegelapan tak akan sampai menemukan tempat ini. Bibi Delia mulai memperkuat tameng di sekitar Danau Kristal dan Air Terjun Kristal karena ia sudah merasakan Raja Kegelapan dengan jarak delapan kilometer. Ditengoknya Bella di tepi Danau Kristal. Bibi Delia terkejut dan segera melajukan langkahnya menghampiri Bella.
Bella tampak tertatih-tatih melangkahkan kaki kurusnya. Ia mengerjap dan menengadah, memandang Bibinya yang sudah menangkap tubuh Bella di dekapan Bibi. "Bella kau tak apa?" tanya Bibi khawatir.
"Bibi dia semakin dekat dan aku masih menetralisir kekuatan yang ada di tubuhku saat ini. Berat sekali Bi, aku hampir tak bisa melangkahkan kakiku," ucap Bella yang seketika membuat Bibinya menarik Bella dalam pelukannya.
"Bella rasakan dan nikmati kekuatan yang baru masuk itu. Ia sedang mencari tempatnya Bella. Kau pasti bisa menuntunnya mencari tempat itu kan? Pelan-pelan sayang, kamu tak perlu khawatir dan membuat perjuanganmu sia-sia. Di sini ada Bibi yang bisa melindungimu. Raja Kegelapan tak akan menang melawan Bibi. Kamu tau kan sebesar apa kemampuan Bibimu ini?" ucap Bibi Delia menguatkan Bella. Bibirnya melukiskan senyum tulus yang membuat Bella ikut tersenyum. Cantik sekali senyum indahnya sang bidadari kecil.
Bibi Delia sengaja tak ingin membuat Bella takut meskipun harus berbohong. Mustahil sekali jika kemampuan Bibi Delia disandingkan dengan Raja Kegelapan. Tentunya Raja Kegelapan bisa dengan mudah melawan Bibi Delia dengan kekuatan yang ia kumpulkan beratus-ratus tahun terakhir. Namun Raja Kegelapan pastinya tak akan mengira di sini ada orang yang sedang berjuang melawannya melalui tanah dan angin yang menghalaunya di perjalanan. Raja Kegelapan hanya menganggap ini adalah serangan murni dari Hutan Ilusi yang memang memiliki kekuatannya sendiri. Raja Kegelapan bisa menembus Hutan yang penuh Ilusi ini, maka dengan mudahnya ia bisa mengalahkan siapa pun, termasuk Bibi Delia.
Mendengar Bibi Delia yang menenangkan Bella dengan tatapan penuh keyakinan, Bella mulai tenang dan bisa merasakan tubuhnya yang perlahan menghangat. Ia merasakan dan mulai konsentrasi kembali. Sekejap tubuhnya yang tadinya menggigil sekarang mulai normal kembali. Bella saat ini sangat segar dan merasakan tubuhnya yang ringan. Dirasakannya Raja Kegelapan yang semakin mendekat. Ia mulai melesat melalui Sihir Anginnya agar segera sampai di air terjun. Bibinya mendekati Bella dan memberikan pisau kecil ke Bella.
"Wahai Air Terjun Kristal, sumber kekuatan Sihir Kristal yang murni. Terimalah salam hangat dariku pewaris Sihir Kristal. Pewaris Sihir Kristal telah kembali memenuhi kewajiban untuk menjaga keseimbangan bumi. Izinkanlah aku menyatukan kekuatanmu dalam kekuatanku." Bella melangkahkan kaki menuju guyuran air terjun di depannya. Ia memejamkan mata dan mulai konsentrasi menerima semua kekuatan yang lebih dahsyat dari air terjun.
Bibi Delia memandang Bella dengan perasaan lega dan satu-satunya yang membuatnya khawatir adalah kedatangan Raja Kegelapan. Bahkan Bibi Delia sudah mendengar suara dentuman diloloskan. Sayup-sayup masih jauh jika dalam pendengaran Bibi. Tapi jauh itu dekat jika yang dimaksud adalah Raja Kegelapan. Ia mulai menguatkan tameng yang melindungi Air Terjun Kristal.
Bibi Delia tidak mungkin melindungi sekitarnya lagi. Ia hanya fokuskan pada Air Terjun Kristal saja dan membuat ilusi di tamengnya untuk melindungi Bella dan Air Terjun Kristal. Namun sangat percuma. Raja Kegelapan tak hanya sekali dua kali dalam petualangan hidup dan mati di luar sana. Perjalanannya sudah begitu banyak tak bisa dihitung menggunakan jari lagi.
"Delia, kau tak perlu sembunyi lagi. Aku tahu kau ada di sini untuk melindungi hutan dan danau ini. Tapi untuk apa? Rajamu hanya melahirkan putri lemah yang sakit-sakitan di Kerajaan yang mewah itu. Kau hanya dimanfaatkan saja Delia. Mengapa kau susah payah begini? Bergabunglah denganku. Sudah tak ada lagi Pewaris Sihir Kristal. Akulah yang akan mewarisinya dari sekarang dan selamanya. Hahahahaa..." Raja Kegelapan mengatakannya dengan lantang dan tertawa terbahak-bahak. Ia tak pernah tahu bahwa Bibi Delia sudah bersama Pewaris Sihir Kristal dan sudah melakukan penyatuan kekuatan dengan Danau Kristal.
Bibi Delia masih menguatkan tamengnya walau Raja Kegelapan sudah tau keberadaannya. Ia tak akan membiarkan penyatuan kekuatan ini gagal dan membuat usaha Bella menjadi sia-sia. Bibi Delia mengerahkan seluruh kekuatannya agar pukulan berdentum milik Raja Kegelapan tak menembus. Bibi Delia melirik Bella sebentar yang sedang melakukan penyesuaian di tubuhnya. 'Ya Bella, ayo segera satukan kekuatan itu dan bantu Bibi.'
Bella sadar ucapan Bibinya walau itu hanya diucapkan dalam hati Bibi Delia saja. Namun Bella masih membutuhkan 1 proses lagi agar semuanya sempurna. Ia ambil pisau kecil yang diberikan oleh Bibi Delia tadi dan mulai menusukkan di ibu jarinya. Setetes darah keluar dari jarinya. "Wahai pemilik Kekuatan Kristal yang murni, aku telah selesai melakukan penyatuan kekuatan dan akan aku kunci kau selama periode yang akan datang. Berikanlah Kekuatan itu hanya pada Pewaris Sihir Kristal selanjutnya. Terimalah segel ini dariku." Bella meneteskan darahnya di aliran air terjun Kristal dan melakukan penyegelan. Tameng terbentuk kokoh lagi di sekitar Danau dan Air Terjun Kristal. Bahkan Raja Kegelapan terpental jauh ke dalam hutan Ilusi kembali.