“Selamat datang kepada para Mahasiswa Baru dan Mahasiswa yang melanjutkan Program S2 dari program S1 di Universitas ini, semoga kalian betah disini. Dan selamat berjuang untuk rekan – rekan mahasiswa dalam mecari ilmu dan memerangi kebodohan. Ingat, kalian disini untuk belajar dan belajar. Jangan berleha leha, karena kesempatan kalian belajar tidak datang dua kali. Selagi kalian masih muda maka teruslah berjuang untuk mencari ilmu agar dimasa tua kalian tinggal memetik buah dari perjuangan kalian saat ini. . .” ucap Maira Panjang seraya memberikan sambutan dan pengarahan kepada para mahasiswa baru, dan seperti biasa sifatnya yang tegas dan dingin membuat atmosfer di sekitar aula berubah hening namun tetap menyenangkan karena hampir semua mahasiswa focus terhadap sosok indah yang berbicara di atas podium aula.
Hingga tak terasa, acara penyambutan mahasiswa pun berakhir dan para mahasiswa bubar dari aula menuju ke kelas masing – masing sambil perkenalan antar mahasiswa.
Fahri, Rizal dan Nayla masuk ke kelas yang sama karena mereka bertiga ternyata ada di jurusan yang sama.
“gak nyangka kita sejurusan yah” ucap Rizal pada fahri yang kini sedang duduk di kursi di dalam kelas
Seperti biasa, rizal memanglah orang yang supel dan termasuk agak banyak bicara, sedangkan Nayla lebih sering diam, karena wataknya yang juga agak pemalu namun memiliki kepintaran di atas rata – rata.
Sedangkan fahri adalah orang yang kalem, bijak dan memiliki saifat yang hangat namun tidak terlalu banyak bicara.
“Iya alhamdulillah, tadinya saya khawatir tak akan langsung dapat teman di hari pertama. Ternyata Allah menakdirkan kita bertemu dari kejadian yang tak terduga. Oh iya sekali lagi maaf yah Nayla atas kejadian tadi” ujar fahri sambil tersenyum ke arah Nayla, membuat gadis tersebut tersenyum salah tingkah karena perlakuan fahri yang lembut dan senyumnya yang manis
“iya gak apa kok, santai aja” jawabnya seraya membalas tersenyum
Hingga tak terasa jam istirahatpun tiba, ketiga orang tersebut hendak berjalan menuju kantin. Namun di persimpangan Lorong tak sengaja mereka bertemu dengan sosok Wanita cantik yang tak lain adalah Maira sang dosen Di kampus tersebut. Terlihat dia sedang buru buru berjalan namun diikuti oleh sesosok laki – laki dewasa seraya terus memanggil Namanya, namun Wanita itu seakan menghindar dari kejaran lelaki tersebut.
“Bu Maira tunggu, kali ini saja yah terima ajakan saya untuk makan malam. Kali ini saja” ucapnya penuh permohonan seraya mensejajarkan Langkah kakinya dengan Maira
“Maaf pak Farhan saya tidak bisa, saya sangat sibuk dengan beberapa pekerjaan saya” jawab maira sambil terus melangkahkan kaki dengan terburu buru
Hingga Maira berpapasan dengan Fahri dan kedua temannya, dan alangkah terkejutnya Maira melihat sosok yang tadi pagi ditemuinya dalam insiden tak sengaja kareana kecerobohannya menyetir sambil kesal.
“Eh, kamu yang tadi pagi kan. Mahasiswa disini juga” tanya Maira dengan memasang ekspresi terkejutnya
Sementara Fahri menanggapi dengan tersenyum ramah dan menjawab “Hehe, Iya Bu. Saya mahasiswa baru disini program S2, Saya kaget ternyata Ibu dosen disini”
“iya, eh ngomong ngomong gak ada yang terluka atau sakit kan ?” tanyanya dengan penuh rasa khawatir
“tidak bu, alhamdulillah saya sehat wal afiyat. Ibu tidak usah khawatir lagi ya” jawab fahri mencoba memberitahu bahwa keadaanya baik – baik saja
“ya sudah, syukur kalau begitu” Ucap Maira
“iya bu, maaf saya permisi ya bu mau ke kantin dulu” ucap fahri seraya permisi, namun maira menghentikannya
“Eh Tunggu, nama kamu siapa ?” tanya maira kepada Fahri
“saya Fahri bu” jawab fahri sambil tersenyum
“oh iya, selamat bergabung di universitas ini. Sekali lagi saya minta maaf” ucap maira sambil menelungkupkan kedua tangannya di dada
Sedangkan ketiga orang yang ada disekitar mereka sedari tadi menyimak percakapan dua orang di depannya dengan penuh tanda tanya, pasalnya bagaimana bisa Fahri dan Maira sudah saling kenal. Yah, ketiga orang itu Rizal, Nayla, dan Juga Farhan. Laki – laki yang sangat gigih mengejar cinta maira dengan berbagai cara.
Kemudian mereka berlalu menuju tujuan masing – masing. Dan Farhan masih tetap setia mengekori maira.
“hmm, ternyata Pak Farhan pantang menyerah juga yah. Udah tau ceweknya gak mau, masih aja gencar ngedeketin bu maira” ucap rizal sambil geleng geleng kepala melihat tingkah dosennya tersebut
“yah Namanya juga Cinta jal, pantang menyerah sebelu titik darah penghabisan” jawab nayla yang menanggapi pernyataan Rizal
“Eh ngomong – ngomong kenapa kamu bisa kenal dengan Bu Maira ?” tanya Rizal penasaran kepada Fahri
“iya, sebenarnya tadi itu…” fahri menjelaskan kronologis kejadian tadi pagi, dimana dia terserempet oleh bu maira yang berakhir tersungkurnya dia di jalanan aspal.
“Beuh untung lo gak kenapa kenapa Ri. Tapi masih untung sih lo di tabrak sama bidadari, seenggaknya lo bisa cuci mata habis di serempet” ucap rijal sambil tertawa
“eh lo itu Zal, orang kena musibah masih dikatain untung” sahut Nayla yang tak habis fikir dengan ucapan sahabatnya tersebut
“haduh, kamu ini ada ada aja” ucap fahri sambil geleng geleng kepala
Akhirnya mereka bertigapun pergi ke kantin kampus untuk makan siang.
*****