Pada akhir minggu kedelapan, Giana, Aninta, dan petugas hukum meninjau salinan laporan awal serta surat yang diterima Rahma. Gama dan Farel mengikuti pertemuan dari sisi keluarga Pradipta melalui berkas yang diizinkan Diandra, bukan dengan membawa kotak arsip ke kantor hukum. Mereka membandingkan tanggal dan nomor dokumen pada daftar, tanpa membuat salinan tidak resmi.
Petugas hukum menegaskan bahwa catatan pengadaan yang menyebut perusahaan Juardi adalah dokumen bisnis, sedangkan laporan kecelakaan merupakan arsip penegakan hukum. Kedua kelompok dokumen hanya dapat dihubungkan jika ada nomor kendaraan, nomor komponen, atau catatan servis yang cocok dan dapat diverifikasi. Saat ini, yang mereka miliki baru urutan waktu yang tidak sepenuhnya selaras.
Gama menyampaikan bahwa buku servis mobil Geraldi tidak mencatat perbaikan rem pada bulan terakhir sebelum kecelakaan. Diandra tidak tahu apakah servis pernah dilakukan di tempat lain. Aninta menjelaskan bahwa ia tidak memeriksa kendaraan dan tidak bisa menilai penyebab teknis dari pengalaman medisnya. Semua orang sepakat tidak menjadikan dugaan kerusakan sebagai fakta baru.
Giana membaca kembali laporan awal. Nama Geraldi tercatat sebagai pengemudi kendaraan lain, tetapi laporan yang ia dapat tidak menyebut bahwa ia bersalah atau bahwa mobilnya menabrak lebih dulu. Ia merasa lega karena berkas tidak memaksa kesimpulan, sekaligus kecewa karena jawaban yang ia cari tetap jauh.
Petugas hukum menyarankan permintaan lanjutan untuk catatan pemeriksaan kendaraan jika masih tersedia. Permintaan harus dibuat oleh pihak yang memiliki dasar hukum atau melalui kuasa yang sah. Diandra perlu bertanya kepada bagian administrasi keluarga dan perusahaan. Rahma perlu memutuskan apakah ia ingin mengajukan lanjutan atas nama keluarga Giana. Tidak ada satu langkah yang dapat dilakukan hanya dengan persetujuan Gama.
Giana bertanya apakah ia perlu bertemu Diandra sebelum berkas dibuka. Petugas hukum menjawab itu bukan syarat prosedural; keputusan pribadi tersebut terpisah. Giana mengatakan ia belum siap. Aninta mendukungnya dan menyatakan tidak akan mengatur pertemuan.
Gama mengusulkan agar keluarga meminta daftar arsip yang masih tersimpan secara resmi. Ia akan berbicara dengan Diandra dan meminta izin untuk menanyakan buku servis serta korespondensi yang berkaitan. Farel menyarankan permintaan tertulis agar siapa pun dapat melihat apa yang diminta dan kapan. Gama menerima usulan itu.
Sebelum berpisah, Giana menuliskan tiga hal di catatan: laporan awal hanya memastikan dua kendaraan terlibat; catatan bisnis memuat ketidaksamaan jadwal suku cadang; belum ada nomor komponen yang menghubungkan keduanya. Ia menunjukkan catatan itu kepada petugas hukum agar tidak ada yang kelak mengubah petunjuk menjadi kesimpulan.
"Jadi kita punya alasan untuk mencari lagi, bukan jawaban," kata Giana.
Petugas hukum mengangguk. Mereka menutup map dan menetapkan langkah berikutnya: permohonan arsip lanjutan, persetujuan keluarga Pradipta, serta pemeriksaan silang bila dokumen ditemukan. Tidak ada nama pelaku yang ditetapkan. Tidak ada yang meminta Giana memaafkan atau menunda hidupnya sampai semuanya terungkap.
Farel membacakan daftar perbandingan di akhir pertemuan. Ada tiga tanggal yang berdekatan: surat pemesanan, tanda terima barang, dan jadwal pemasangan. Satu dokumen menyebut pengiriman dilakukan lebih awal daripada catatan gudang, sementara buku servis Geraldi tidak menunjukkan penggantian pada tanggal tersebut. Bisa jadi suku cadang ditujukan untuk kendaraan operasional lain. Mereka belum punya nomor bagian atau nomor unit yang memastikan.
Giana bertanya apakah ada cara memeriksa nomor komponen tanpa memegang berkas perusahaan. Petugas hukum menjelaskan bahwa pemilik arsip harus meminta pencarian internal atau memberikan kuasa. Jika ada pihak yang mengajukan permohonan resmi, hasilnya dapat dibandingkan dengan laporan teknis. Gama mengatakan ia akan meminta Diandra mengajukan pencarian, bukan dirinya masuk ke sistem perusahaan.
Diandra mengirim persetujuan tertulis untuk pencarian terbatas pada arsip layanan kendaraan keluarga Geraldi. Ia tidak mengizinkan seluruh arsip bisnis dibuka. Gama menghargai batas itu dan mengirim permintaan kepada bagian yang berwenang, dengan daftar dokumen dan rentang waktu yang jelas.
Giana dan Rahma juga memilih menunggu jawaban permohonan mereka sendiri. Petugas hukum mengingatkan bahwa dua proses mungkin berjalan dengan kecepatan berbeda dan tidak selalu menghasilkan dokumen yang saling cocok. Mereka tidak akan membuat klaim publik atau menghubungi keluarga Dea sampai ada dasar yang jelas.
Sebelum bubar, Giana bertanya kepada Aninta apakah ia nyaman jika tetap menjadi pendamping pada proses berikutnya. Aninta menjawab ia bersedia selama Giana masih menginginkannya dan tidak akan menggunakan nama pasien atau akses rumah sakit. Giana berkata ia belum tahu untuk berapa lama, tetapi untuk sekarang kehadirannya membantu.
Mereka meninggalkan ruang konsultasi dengan daftar pekerjaan yang kecil: tunggu balasan, simpan nomor permohonan, dan jangan menuduh siapa pun. Petunjuk yang ditemukan menghubungkan jadwal bisnis dengan satu kemungkinan riwayat perawatan, tetapi masih ada celah besar sebelum siapa pun dapat menyebutnya sebagai sabotase.
Diandra menyampaikan bahwa ia bersedia menemani pemeriksaan daftar arsip jika bagian administrasi membutuhkan konfirmasi keluarga. Ia tidak meminta Giana hadir. Giana pun tidak meminta Diandra datang. Untuk sementara, mereka bekerja pada jalur dokumen masing-masing, dan petugas hukum menjadi penghubung prosedur, bukan penentu siapa yang benar.
Farel mengirim ringkasan rapat kepada semua pihak yang hadir. Ia menuliskan bahwa ada kemungkinan kaitan yang perlu ditelusuri antara sengketa jadwal suku cadang dan kendaraan keluarga, tetapi nomor kendaraan belum cocok. Gama dan Giana sama-sama menyetujui redaksi itu. Tidak ada yang menyebut Juardi sebagai pelaku, dan tidak ada nama yang disebarkan ke luar kelompok kecil tersebut.
Gama berkata ia akan menunggu jawaban arsip sebelum menghubungi pihak lain. Farel menyarankan agar mereka menetapkan jadwal tindak lanjut setelah dokumen diterima, bukan menelepon setiap hari.
Petugas hukum memasukkan semua berkas kembali ke map dan menyatakan hanya pemilik arsip yang dapat menyetujui permintaan berikutnya. Gama tidak keberatan. Mereka pulang dengan satu petunjuk untuk diuji, bukan sebuah jawaban yang bisa diumumkan.
Mereka menyimpan salinan persetujuan bersama daftar dokumen agar proses berikutnya tetap jelas.
Tidak ada keputusan lain yang dibuat hari itu.