Seminggu setelah permohonan diajukan, Giana menerima pesan bahwa sebagian arsip tersedia untuk dibaca di kantor instansi terkait. Ia datang bersama Rahma dan petugas hukum. Aninta menunggu di luar sampai Giana mengundangnya masuk; ia tidak ingin kehadirannya membuat petugas mengira ia mengakses berkas atas nama rumah sakit.
Petugas menjelaskan batas salinan dan meminta mereka tidak memotret halaman yang memuat data pribadi lain. Laporan awal mencatat dua kendaraan terlibat, kondisi korban, dan keterangan sementara yang diperoleh di lokasi. Beberapa lampiran tidak lagi berada dalam berkas yang dapat diserahkan. Tidak ada kesimpulan mengenai penyebab teknis mobil Geraldi dalam laporan yang tersedia.
Giana membaca bagian yang menyebut orang tuanya. Ia meminta jeda sebelum melanjutkan ke halaman berikutnya. Rahma duduk dekatnya, tetapi tidak menyentuh kertas atau mengambil alih. Aninta menunggu di sisi ruangan dan menjawab hanya jika Giana bertanya soal istilah medis yang muncul pada lampiran rumah sakit.
"Tidak ada soal rem di sini," kata Giana.
Petugas hukum mengonfirmasi bahwa salinan yang mereka baca adalah laporan awal, bukan keseluruhan berkas penyidikan. Ia menjelaskan cara mengajukan permintaan lanjutan dan kemungkinan bahwa dokumen tertentu sudah tidak dapat ditemukan atau dibuka. Giana meminta salinan halaman yang berkaitan dengan keluarganya dan menandatangani penerimaan.
Di perjalanan pulang, Rahma bertanya apakah Giana ingin membahas isi laporan. Giana menjawab belum. Ia hanya membaca keterangan waktu, lokasi, dan daftar orang yang dibawa ke rumah sakit. Bagian itu terasa nyata, tetapi tidak memberi penjelasan tentang bagaimana kecelakaan terjadi.
Pada malam yang sama, Gama mengirim pesan kepada Giana melalui Aya: ia menemukan beberapa arsip bisnis lama dengan nama Juardi sebagai kontak pengadaan, tetapi belum tahu kaitannya dengan kecelakaan. Giana membalas bahwa ia juga telah melihat laporan awal yang tidak menjelaskan penyebab teknis. Mereka setuju tidak menukar salinan dokumen tanpa izin pemiliknya.
Giana meminta petugas hukum menjelaskan apakah ia boleh membandingkan tanggal pada laporan keluarganya dengan catatan bisnis yang bukan miliknya. Petugas menyarankan mereka tidak menyebarkan dokumen perusahaan dan meminta pemilik arsip mengajukan salinan sah. Gama kemudian meminta izin Diandra untuk menyampaikan informasi terbatas kepada Giana, tanpa menyerahkan berkas.
Mereka mengatur panggilan singkat dengan Farel ikut mendengar. Gama mengatakan catatan perusahaan menunjukkan ada sengketa soal jadwal perawatan dan suku cadang, serta Juardi tercatat sebagai kontak. Ia menegaskan dokumen itu tidak menyebut kecelakaan atau membuktikan sabotase. Giana hanya meminta tanggal umum dan jenis dokumen, bukan nama orang lain atau isi lengkap surat.
Perbedaan urutan mulai terlihat: satu catatan menyatakan suku cadang sudah diterima, sedangkan catatan lain mencantumkan jadwal pemasangan beberapa hari kemudian. Namun, tidak satu pun mengidentifikasi bagian mobil Geraldi. Mereka sepakat itu hanya alasan untuk meminta pemeriksaan silang, bukan dasar menuduh Juardi.
Petugas meminta Giana menandai halaman yang berkaitan langsung dengan keluarganya. Ia tidak boleh mengutip atau membagikan bagian yang memuat identitas orang lain. Giana membaca pelan-pelan dan berhenti ketika menemukan catatan bahwa petugas medis menerima korban dari dua kendaraan. Tidak tercantum urutan tabrakan. Ia menahan keinginan untuk membaca halaman yang ditutup karena tidak ada izin.
Rahma mengenali tanggal pada laporan sebagai malam yang sama dengan surat tanda terima rumah sakit. Namun, ia tidak ingat pernah melihat laporan itu sebelumnya. Ia meminta waktu untuk duduk sebelum meneruskan. Giana menutup map, lalu mereka keluar mencari udara. Aninta menunggu dan tidak bertanya isi dokumen sampai Giana sendiri berkata laporan itu hanya memberi kronologi dasar.
Aninta mengatakan bahasa medis pada dokumen tidak akan menerangkan penyebab tabrakan. Ia hanya bisa membantu jika ada istilah yang berhubungan dengan perawatan Gufta. Giana mengucapkan terima kasih karena Aninta tidak berusaha mengisi bagian yang tidak ia ketahui. Mereka sepakat bahwa dokumen dan ingatan pribadi harus dicatat sebagai sumber yang berbeda.
Giana mengirim permintaan salinan terbatas melalui petugas hukum. Ia tidak mengirim foto laporan kepada Gama. Saat Gama bertanya apakah ia mendapat informasi, Giana menjawab ada laporan awal tetapi belum cukup untuk menyimpulkan apa pun. Gama tidak meminta salinannya; ia hanya menyebut bahwa Diandra mengizinkan pemeriksaan arsip keluarga.
Mereka mendiskusikan cara bertukar keterangan tanpa menukar dokumen yang kepemilikannya berbeda. Farel mengusulkan ringkasan faktual: tanggal, jenis dokumen, dan apakah ada nomor yang cocok. Petugas hukum menyetujui selama pemilik dokumen memberikan izin dan ringkasan tidak dipakai sebagai pengganti salinan resmi.
Dalam perbandingan pertama, tanggal pada catatan pengadaan mendahului jadwal pemasangan di buku servis. Namun belum ada bukti bahwa suku cadang yang disebut diperuntukkan bagi mobil Geraldi. Giana mencatat selisih itu sebagai pertanyaan, lalu membiarkan kolom kesimpulan tetap kosong.
Rahma akhirnya memilih menunggu sampai salinan resmi diterima sebelum memutuskan apakah ia sanggup membaca seluruhnya. Giana tidak menganggap itu sebagai penghambat. Ia pun hanya memegang halaman yang sudah disetujui dan membiarkan bagian lainnya tetap dalam map petugas. Aninta mengingatkan bahwa setiap keluarga berhak menentukan seberapa jauh mereka ingin terlibat.
Saat berjalan keluar, Giana bertanya kepada petugas apakah penyebutan dua kendaraan otomatis berarti keduanya bersalah. Petugas menjawab tidak; itu hanya berarti keduanya tercatat terlibat. Giana meminta kalimat itu dicatat dalam ringkasan agar tak ada yang mengubah istilah laporan menjadi tuduhan.
Giana meminta Rahma menyimpan map di tempat yang mudah dijangkau, tetapi tidak terbuka bagi siapa saja. Rahma menyetujui dan menyimpan kunci laci di tempat biasanya.
Giana menandatangani tanda terima salinan terbatas dan meminta satu halaman yang kabur dibaca ulang oleh petugas. Petugas menegaskan kata yang tak terbaca tidak boleh ditebak. Mereka mencatat bagian itu sebagai tidak terbaca dan mengajukan permintaan salinan yang lebih jelas.
Rahma meminta Giana membaca kembali catatan tujuan permohonan. Mereka memastikan keinginan mereka tetap sebatas memahami kejadian, bukan mencari alasan untuk membalas siapa pun.
Ia memastikan tak ada catatan yang ia bawa pulang tanpa izin.
Map itu kemudian kembali ke tempat penyimpanan resmi.