Diandra menyiapkan dua kotak arsip di ruang kerja rumah. Ia tidak memilih dokumen untuk membuktikan siapa pun bersalah. Ia hanya mengumpulkan berkas terkait pembelian dan perawatan kendaraan yang masih tersimpan, termasuk beberapa catatan yang menurutnya berhubungan dengan sengketa lama.
Gama datang bersama Farel. Ia meminta izin sekali lagi sebelum membuka kotak. Diandra mengatakan semua yang terlihat boleh dibaca di ruangan itu, tetapi dokumen perusahaan yang memuat data pihak lain tidak boleh difoto atau dibawa. Jika nanti diperlukan, mereka akan meminta salinan melalui perusahaan atau penasihat hukum.
Mereka memilah berkas berdasarkan tanggal dan jenis. Ada faktur perawatan, daftar pengiriman suku cadang, dan surat keluhan tentang jadwal servis yang tidak cocok dengan catatan pembayaran. Sebagian lembar sudah pudar; beberapa hanya salinan karbon. Gama mencatat nomor dan tanggal pada kertas terpisah, tidak memotret.
Farel menemukan nama Juardi pada korespondensi sebagai pihak yang mewakili perusahaan keluarga Dea dalam pembahasan pengadaan. Nama itu muncul pada satu surat keberatan mengenai pembayaran dan penjadwalan kendaraan operasional. Tidak ada kalimat yang menyebut Geraldi atau kecelakaan. Diandra menegaskan bahwa Juardi adalah kontak bisnis, bukan berarti ia mengurus setiap kendaraan pribadi keluarga.
"Kita jangan lompat dari nama di surat ke kesimpulan," kata Farel.
Gama menyetujui. Ia menandai dokumen itu sebagai petunjuk tentang sengketa bisnis, bukan bukti tentang sabotase. Diandra menyebut pernah ada klaim bahwa beberapa bagian kendaraan dicatat telah diganti, sementara jadwal kerja menunjukkan pekerjaan belum selesai. Ia tak tahu apakah selisih itu kesalahan administrasi, sengketa pembayaran, atau sesuatu yang lebih serius.
Gama bertanya apakah ada dokumen khusus untuk mobil Geraldi. Diandra menemukan buku servis yang dibawa pulang setelah kecelakaan, tetapi halaman terakhir tercatat beberapa bulan sebelumnya. Tidak ada catatan perbaikan rem menjelang tabrakan. Ia mengizinkan Gama membaca buku itu, namun halaman tersebut tidak menjelaskan kondisi kendaraan pada malam kecelakaan.
Farel mengusulkan agar mereka membuat daftar dokumen yang perlu ditanyakan kepada bagian arsip perusahaan dengan izin Diandra. Gama setuju. Mereka tidak akan menghubungi Juardi sebelum mengetahui dokumen apa yang dicari dan tidak akan mengakses sistem perusahaan tanpa persetujuan.
Diandra mengakui ia sempat berharap menemukan sesuatu yang menjelaskan kejadian, tetapi berkas lama tidak memberi jawaban pasti. Gama berkata ia memahami keinginan itu, namun jawaban yang dipaksakan dapat melukai orang lain. Mereka menutup kotak dan membuat daftar inventaris sederhana.
Sebelum Farel pulang, Diandra menyerahkan satu salinan surat keluhan yang menurutnya boleh dibaca Gama. Ia tidak mengizinkan surat itu dibagikan kepada Giana sampai status dan relevansinya jelas. Gama berjanji menyimpannya. Ada nama perusahaan, tanggal, dan nomor kendaraan armada, tetapi tidak ada nomor registrasi mobil Geraldi.
Gama membuka kotak hanya setelah Diandra membacakan persetujuan yang ia tulis sendiri. Farel menyaksikan dan mencatat bahwa dokumen tidak difoto atau dibawa. Mereka mengenakan sarung tangan tipis untuk menjaga kertas rapuh, lalu mengelompokkan berkas menurut tahun. Tidak semua dokumen punya tanggal lengkap; sebagian hanya berisi stempel dan tanda tangan.
Diandra menjelaskan bahwa perusahaan pernah mengeluhkan jadwal perawatan kendaraan yang berbeda dari tagihan. Ia tidak tahu apakah semua laporan tersebut berkaitan dengan mobil Geraldi. Keluarga memakai beberapa kendaraan, sementara perusahaan mengurus armada operasional. Nama penyedia layanan muncul pada lebih dari satu berkas, tetapi nomor unitnya tidak sama.
"Juardi mengurus hubungan bisnis itu, bukan berarti dia menyentuh setiap kendaraan," kata Diandra. "Aku tidak mau kamu menyimpulkan lebih jauh dari yang ada di kertas."
Gama menjawab ia ingin mengetahui apakah ada kesamaan antara sengketa lama dan riwayat servis mobil ayahnya. Ia belum berencana mendatangi Juardi. Farel menambahkan bahwa jika mereka menemukan nomor kendaraan yang cocok, mereka tetap perlu memastikan apakah dokumen asli atau hanya salinan administrasi.
Mereka membuat tabel di kertas: tanggal dokumen, pihak yang menerbitkan, jenis layanan, nomor unit bila ada, dan pertanyaan yang belum terjawab. Diandra mengoreksi satu nomor yang terbaca keliru. Tidak ada satu catatan pun yang menyebut bahwa mobil Geraldi masuk bengkel pada hari tertentu sebelum kecelakaan.
Saat makan siang, Diandra berhenti memilah. Ia tampak lelah membaca kembali konflik yang dulu ia coba tinggalkan. Gama menawarkan menutup kotak dan melanjutkan lain hari. Diandra memilih berhenti. Mereka menutup semua map, mencocokkan jumlahnya dengan daftar, dan menyimpan kembali ke tempat semula.
Farel membawa daftar pertanyaan, bukan salinan dokumen. Ia akan membantu Gama menulis permintaan kepada bagian arsip perusahaan, tetapi hanya setelah Diandra menyetujui dan mengetahui tujuan permintaan tersebut. Gama setuju bahwa transparansi lebih penting daripada mendapatkan jawaban cepat.
Gama memastikan setiap map dikembalikan ke posisi semula. Ia membacakan daftar yang dibuat bersama Farel kepada Diandra agar ibunya dapat memastikan tidak ada dokumen tertinggal. Diandra mengoreksi satu tanggal yang ia ingat dari surat perusahaan, tetapi menyebut ingatan itu perlu dicocokkan. Mereka tidak menambahkan koreksi sebagai fakta sampai menemukan sumber tertulis.
"Kalau kita cuma punya ingatan, kita tulis sebagai ingatan," kata Diandra. "Jangan jadikan itu tanggal resmi." Gama mencatat sumber setiap informasi. Ia meminta ibunya menyetujui permintaan terbatas kepada arsip perusahaan dan berjanji akan memberitahunya sebelum mengirim apa pun. Diandra membaca drafnya, menghapus satu rentang waktu yang terlalu luas, lalu membubuhkan persetujuan.
Diandra meminta Farel menuliskan bahwa dokumen hanya dibaca pada hari itu dan tidak dipindai. Farel mencatat persetujuan tersebut dan menutup map bersama Gama.
Diandra meminta Gama menambahkan catatan bahwa ia mengizinkan pembacaan, bukan penyalinan. Gama menuliskannya dan membacakannya kembali. Farel menyimpan daftar dokumen yang mereka tinjau; Diandra memeriksa daftar tersebut sebelum mengembalikan map ke lemari. Mereka tidak menyebut catatan itu sebagai bukti kecelakaan.
Gama menandai dokumen yang masih memerlukan konfirmasi dan tidak mengambil keputusan dari ingatannya sendiri.
Gama menyerahkan daftar itu kembali kepada Diandra untuk disimpan.
Ia menuliskan waktu pemeriksaan untuk arsip kantor.
Tak seorang pun mengubah catatan tersebut sepihak.