Pertemuan berikutnya berlangsung tiga hari kemudian. Naumi dan Juardi membawa daftar transaksi lama yang mereka pilih sendiri untuk dibahas. Gama meminta mereka membawa dokumen sumber dan menyatakan bagian yang belum diketahui. Petugas hukum hadir untuk memastikan tidak ada yang membuka data di luar izin. Farel mencatat jalannya pertemuan.
Juardi menjelaskan bahwa perusahaan keluarganya pernah menjadi pemasok suku cadang dan jasa perawatan bagi armada Pradipta. Kerja sama itu berhenti setelah sengketa tentang jadwal dan pembayaran. Ia menyerahkan ringkasan tagihan dan beberapa surat keberatan. Angka pada tagihan berbeda dari jumlah dalam lembar rekonsiliasi yang disimpan Naumi.
"Perbedaan ini bisa saja karena kredit atau koreksi," kata petugas hukum. "Kita perlu dokumen pendukung sebelum menyebut transaksi tidak wajar."
Naumi menyebut mereka ingin mendapatkan kontrak baru karena bisnis keluarga sedang kehilangan beberapa pelanggan. Ia tidak menyangkal bahwa rencana pertunangan dianggap akan membantu membuka pintu negosiasi. Ia berkata proposal yang dibahas sebelumnya dibuat sebelum mereka memiliki persetujuan Diandra.
Gama bertanya kepada Dea apakah ia tahu situasi keuangan keluarga. Dea mengaku tahu orang tuanya khawatir kehilangan kontrak, tetapi tidak tahu nilai transaksi atau bahwa proposal memasukkan kedekatan pribadi sebagai strategi. Ia menunjukkan pesan yang ia terima dari Naumi tentang “menjaga hubungan dengan Gama dulu”. Pesan itu tidak memuat angka, tetapi tanggalnya mendahului rencana pertunangan.
Farel bertanya apa arti kalimat tersebut bagi Dea. Dea menjawab ia menafsirkannya sebagai nasihat agar hubungan mereka tidak rusak karena konflik keluarga. Setelah melihat proposal, ia memahami orang tuanya juga melihat hubungan itu sebagai peluang bisnis. Ia tetap memilih diam dan membiarkan Gama tidak tahu.
Gama mengamati lembar transaksi. Ada tagihan suku cadang yang ditandatangani penerima, tetapi tanggal penerimaan berbeda dua hari dari catatan gudang. Satu transaksi menunjukkan kredit yang belum dicocokkan. Juardi mengatakan bagian administrasi membuat kesalahan dan perusahaan pernah mengirim surat koreksi. Mereka tidak membawa seluruh bukti pembayaran hari itu.
Petugas hukum menyarankan mereka tidak menggunakan ringkasan sebagai bukti final. Ia membuat daftar dokumen yang perlu diminta: faktur asli, bukti pengiriman, penerimaan gudang, serta koreksi pembayaran. Juardi bersedia mengajukan permintaan dari pihak perusahaannya. Gama akan meminta izin Diandra untuk mengakses berkas keluarga Pradipta melalui bagian arsip.
Gama menanyakan apakah proposal bisnis sengaja ditahan sampai setelah pertunangan. Naumi berkata mereka berharap bisa membahasnya setelah kedua keluarga lebih akrab. Juardi mengaku ia tidak ingin negosiasi ditolak sebelum mereka mendapat kesempatan menjelaskan. Dea menunduk, tetapi tidak membantah bahwa ia tahu orang tuanya menaruh harapan pada hubungan mereka.
"Aku perlu tahu apakah aku dipilih sebagai pasangan atau sebagai pintu masuk bisnis," kata Gama.
Dea menjawab bahwa ia mencintainya, tetapi ia tidak menghapus kepentingan keluarganya dari keputusan yang ia buat. Ia berkata ia salah karena membiarkan keduanya bercampur tanpa memberitahu Gama.
Gama tidak memutuskan hubungan di ruangan itu. Ia meminta waktu untuk memikirkan pengakuan mereka setelah dokumen transaksi diperiksa. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan bisnis tidak akan menentukan apakah ia wajib memaafkan Dea. Dua persoalan itu berjalan bersama, tetapi tidak saling meniadakan.
Petugas hukum meminta Juardi membuka map dokumen di hadapan semua peserta. Ia menyalakan pemindai kantor hanya untuk berkas yang boleh disalin dan meminta izin sebelum membuat salinan. Naumi menyerahkan bukti transfer; Juardi menyerahkan faktur dan lembar pengiriman. Farel menandai setiap halaman dengan kode sementara, bukan menyimpan berkas di perangkat pribadinya.
Satu faktur memuat jumlah pengiriman dua puluh unit, tetapi tanda terima gudang mencatat delapan belas. Ada lembar koreksi yang menyebut dua unit tertunda, sementara laporan pembayaran telah menghitung keseluruhan pesanan. Juardi mengatakan dua unit itu dikirim beberapa hari kemudian. Naumi tidak menemukan tanda terima terpisah dalam mapnya, tetapi ia juga tidak menuduh barang itu tak pernah datang.
Petugas hukum membuat tabel: dokumen, tanggal, pihak yang menandatangani, dan celah yang perlu dikonfirmasi. Mereka meminta masing-masing keluarga menghubungi bagian administrasi dengan pertanyaan yang sama. Juardi berkata ia bersedia meminta salinan log pengiriman; Naumi akan mencari korespondensi tentang koreksi tagihan. Gama meminta Diandra menugaskan bagian arsip untuk mencari catatan penerimaan Pradipta.
Gama bertanya apakah selisih transaksi pernah dipakai sebagai alat tawar-menawar. Juardi berkata perusahaan sempat menahan pengiriman berikutnya sampai pembayaran lama diselesaikan. Naumi menyebut itu tindakan bisnis biasa dalam sengketa faktur. Tidak ada dokumen yang mereka tunjukkan membuktikan ancaman di luar urusan kontrak. Petugas meminta mereka menggunakan istilah “menahan pengiriman” dan tidak menyebut pemerasan.
Dea memperhatikan lembar proposal. Ia berkata ia tidak pernah melihat tabel angka sebelum minggu itu. Juardi menunjukkan versi yang dikirim kepada Naumi, dengan tanggal setelah keluarga mereka mulai bertemu Gama. Ia tidak dapat memastikan apakah ada versi lain. Naumi berkata ia menyetujui proyeksi, tetapi tidak menyetujui penggunaan hubungan sebagai syarat formal.
"Kalau tidak ada syarat tertulis, apakah itu berarti aku tidak dipakai?" tanya Gama.
Juardi menjawab ia berharap hubungan dapat membantu, bukan mengikat Gama secara hukum. Ia memahami dampaknya tetap ada meski tidak tertulis sebagai syarat. Naumi meminta maaf karena membiarkan Gama mengetahui kepentingan itu setelah rencana pertunangan dibuat.
Petugas hukum mengingatkan bahwa mereka sedang melihat transaksi yang berselisih, bukan hasil pemeriksaan audit. Dokumen sumber belum lengkap dan pihak administrasi belum dimintai keterangan. Mereka menunda kesimpulan sampai catatan pengiriman serta pembayaran tersedia. Gama menyetujui dan meminta salinan kerja hanya disimpan dalam folder dengan akses terbatas.
Gama meminta Juardi menuliskan permintaan dokumen secara resmi dan menyebut bahwa data pihak ketiga boleh disamarkan. Juardi setuju. Mereka menetapkan tenggat untuk memberi kabar, tetapi tidak menetapkan kesimpulan yang harus ditemukan. Naumi menyimpan salinan daftar dokumen yang ia cari agar jawaban tiap pihak dapat dibandingkan kelak.
Juardi meminta catatan itu menyebut bahwa pencarian belum selesai. Gama setuju, sebab tidak ada pihak yang ingin hasil sementara dibaca sebagai pengakuan bahwa semua faktur keliru.
Mereka mengakhiri pertemuan setelah semua orang membaca catatan. Tidak ada yang menyebut perbedaan faktur sebagai penipuan. Masing-masing membawa pulang tugas untuk mencari dokumen yang berada dalam kendali mereka.