Minggu kesebelas dimulai dengan kabar dari bagian arsip keluarga Pradipta. Diandra mengirim persetujuan tertulis agar daftar perawatan mobil Geraldi dicari kembali. Gama tidak membuka sistem sendiri; ia meneruskan surat itu kepada bagian arsip dan meminta daftar dokumen yang dapat dibagikan kepada keluarga.
Giana juga menerima tanggapan atas permohonan lanjutan Rahma. Berkas awal tidak memuat pemeriksaan teknis, tetapi petugas mengonfirmasi masih ada lampiran yang dapat diminta melalui proses tambahan. Giana menandatangani permohonan baru dan menyertakan tanda terima lama yang ditemukan Rahma.
Mereka bertemu dengan petugas hukum untuk membaca daftar dokumen yang tersedia. Aninta ikut atas persetujuan Giana, bukan sebagai dokter yang membuka berkas. Petugas itu menyampaikan bahwa salinan yang diberikan masih harus dibandingkan dengan catatan kendaraan dari keluarga Pradipta. Ia menegaskan tidak ada dokumen yang dapat menyebut seseorang bertanggung jawab hanya karena namanya muncul dalam transaksi.
Dua hari kemudian, Diandra dan Gama menerima daftar arsip servis keluarga. Ada buku perawatan Geraldi, salinan perintah kerja, serta catatan penerimaan komponen. Di salah satu halaman terdapat kode unit kendaraan yang cocok dengan mobil Geraldi. Pada catatan lain, nomor seri komponen rem tercantum di daftar penerimaan, tetapi tidak di buku pemasangan.
Gama meminta izin Diandra sebelum membawa daftar itu ke petugas hukum. Diandra setuju untuk pemeriksaan terbatas. Mereka menyusun salinan resmi melalui bagian arsip, lalu meminta petugas hukum memeriksa nomor seri dan tanggalnya dengan lampiran kecelakaan yang baru dibuka.
Giana tidak ikut membaca semua arsip kendaraan. Ia hanya bertanya apakah catatan itu menghubungkan mobil Geraldi dengan daftar suku cadang. Petugas hukum menjawab ada kecocokan nomor unit dan tanggal, tetapi belum ada keterangan siapa yang mengubah komponen atau apakah perubahan itu menyebabkan rem gagal.
"Jadi ini bukti bagian mobilnya pernah masuk dalam catatan itu, bukan bukti pelakunya," kata Giana.
Petugas mengangguk. "Betul. Kita perlu tahu siapa yang memberi perintah, siapa yang memasang, dan apakah laporan teknis menyatakan komponen tersebut menyebabkan kegagalan."
Aninta menjelaskan ia tidak mengetahui detail mekanis mobil. Ia mengingat Geraldi tiba dalam kondisi kritis, tetapi tidak memeriksa kendaraan. Giana menghargai batas itu. Selama bertahun-tahun, ia ingin sebuah nama memberi jawaban; sekarang sebuah nomor hanya membuka pertanyaan baru.
Gama meminta Diandra tidak menghubungi Juardi sebelum catatan resmi dibandingkan. Diandra setuju, meski jelas ia ingin jawaban cepat. Farel menyiapkan daftar sumber dokumen dan mengirimkannya kepada semua yang berwenang melihatnya. Tidak ada berkas yang dikirim ke Dea.
Pada akhir pertemuan, petugas hukum mengusulkan permintaan pemeriksaan silang kepada instansi yang menyimpan lampiran kendaraan. Giana dan Rahma menandatangani bagian keluarga korban; Diandra memberi persetujuan pemilik arsip kendaraan. Langkah itu membuat semua pihak menyetujui pencarian yang sama tanpa saling menyerahkan dokumen secara informal.
Ketika Giana bertemu petugas hukum, ia memastikan bahwa perbandingan tidak akan menyatukan semua pihak sebagai satu keluarga. Petugas menjawab setiap berkas punya pemilik dan dasar akses sendiri. Giana hanya boleh melihat catatan keluarganya, sementara catatan Pradipta perlu izin Diandra. Ia meminta agar petugas menghubungi masing-masing pihak secara terpisah, sehingga Rahma tidak merasa harus berhadapan langsung dengan keluarga Gama.
Rahma membaca ulang formulir persetujuan. Ia bertanya apakah menandatangani permintaan lampiran berarti ia menuduh seseorang. Petugas menjelaskan tidak; formulir itu hanya meminta catatan yang sudah ada. Rahma menandatangani setelah Giana menerangkan kembali tujuannya. Mereka mendapat nomor penerimaan baru dan estimasi bahwa proses bisa berlangsung beberapa minggu.
Sementara itu, Gama berbicara dengan Diandra. Ia tidak mengatakan keterangan Juardi terbukti atau bahwa ia perlu segera menghadapinya. Ia hanya menjelaskan bahwa mereka menemukan nomor kendaraan pada daftar servis dan nomor seri pada inventaris. Diandra bertanya apakah catatan itu menunjukkan pengerjaan selesai. Gama menjawab belum; justru ada perbedaan antara faktur, daftar pengiriman, dan formulir pemasangan.
Diandra menyetujui pemeriksaan terbatas atas arsipnya dan meminta Farel hadir sebagai saksi inventaris. Mereka menyusun daftar berkas di rumah, menandatangani setiap halaman yang akan disalin, lalu menutup kembali kotak. Giana tidak menerima foto. Ia mendapat pemberitahuan bahwa nomor seri cocok dengan catatan perusahaan, tetapi bukan komponen yang ditemukan di mobil.
Aninta meminta izin sebelum menanyakan bagaimana Giana menghadapi proses itu. Giana berkata ia baik-baik saja untuk hari itu, tetapi tidak ingin menerima kabar sedikit demi sedikit lewat banyak orang. Mereka sepakat petugas hukum menjadi kontak untuk dokumen, sementara Aninta hanya menjawab jika Giana meminta penjelasan medis.
Malamnya, Giana memeriksa ulang nomor pada tanda terima keluarga dan nomor permohonan. Semuanya tercatat dengan tanggal. Ia meletakkan map di samping dokumen lama, bukan membawanya ke kamar. Rahma menyarankan mereka menunggu jawaban sebelum melanjutkan. Giana setuju; ia tidak ingin mengisi ruang kosong dengan dugaan.
Saat keluar dari pusat layanan, Giana dan Rahma duduk dulu di bangku halaman. Rahma bertanya apakah Giana ingin membatalkan permohonan kalau informasi berikutnya terlalu berat. Giana menjawab ia ingin tetap membaca, tetapi pelan-pelan dan bersama Rahma. Ia tidak akan meminta Gufta ikut kecuali adiknya sendiri ingin tahu. Rahma menyetujui aturan itu.
Mereka mencatat bahwa nomor unit cocok, sedangkan nomor komponen belum. Giana sengaja mengulangnya agar tidak tercampur dalam ingatan. Ia lalu memasukkan salinan tanda terima ke map, memastikan tak ada halaman tertinggal di kursi. Kesederhanaan itu memberinya tugas kecil yang bisa ia selesaikan tanpa harus menebak akibat.
Gama mengirim persetujuan Diandra lewat kantor arsip, bukan langsung kepada petugas hukum. Diandra meminta ia memastikan permintaan mencakup hanya kendaraan Geraldi. Gama menyebut itu batas yang tepat. Mereka menunggu kabar dengan tanggal pemeriksaan yang jelas, bukan meminta pegawai memberi informasi secara lisan.
Giana meminta salinan tanda terima tambahan dan memastikan Rahma menyimpan nomornya juga. Mereka sepakat tidak menelepon arsip di luar jam layanan atau mencari petugas melalui kenalan.
Giana memasukkan surat itu ke map keluarga.
Mereka kembali ke rumah dengan langkah yang terukur.