Beberapa hari setelah hubungan itu berakhir, Gama bertemu Naumi dan Juardi lagi untuk membicarakan transaksi lama, bukan Dea. Ia meminta dokumen asli atau salinan resmi yang mendukung faktur, bukti pengiriman, dan koreksi pembayaran. Farel hadir sebagai saksi; petugas hukum memastikan berkas perusahaan tidak diperoleh melalui akses yang tidak sah.
Juardi menyerahkan dokumen tambahan yang menunjukkan satu tagihan dibayar sebagian, sementara jumlah sisanya diperselisihkan. Naumi mengajukan bukti transfer dari pihaknya. Angkanya belum cocok dengan lembar rekonsiliasi Pradipta. Tidak ada kuitansi yang menyebut mobil Geraldi. Petugas hukum menyarankan mereka meminta konfirmasi tertulis dari bagian keuangan masing-masing.
Gama bertanya apakah Juardi bersedia menjelaskan mengapa proposal menggunakan pertunangan sebagai faktor negosiasi. Juardi mengatakan ia melihat hubungan pribadi sebagai kesempatan, bukan syarat. Ia mengakui hal itu tidak pantas dibebankan kepada Gama tanpa penjelasan. Naumi mengatakan ia mendukung proposal karena khawatir perusahaan mereka kehilangan kontrak dan pelanggan.
Gama tidak mengatakan ia memaafkan. Ia meminta mereka mengakui tindakan itu kepada Diandra secara langsung dan menarik semua klaim yang tidak bisa didukung dokumen. Juardi setuju menjelaskan bagian bisnis, tetapi ia menolak mengakui bahwa angka tagihannya salah sebelum pemeriksaan selesai. Petugas hukum menandai perbedaan itu sebagai sengketa yang belum diselesaikan.
Dea mengirim pesan kepada Gama bahwa ia telah mengambil barang-barangnya dan tidak meminta pertemuan lagi. Ia menambahkan bahwa ia menyesal memanfaatkan kepercayaan Gama sebagai jalan untuk membuat keluarga mereka lebih mudah bernegosiasi. Gama membalas singkat bahwa ia telah menerima pesannya, tetapi tidak membuka percakapan pribadi lebih jauh.
Malam itu, Gama berbicara dengan Diandra dan Aninta. Ia mengatakan ia membutuhkan mereka mengakui bahwa tekanan keluarga juga membuatnya terluka. Sejak muda, ia sering diberi ultimatum agar memilih pihak, tanpa diberi penjelasan yang lengkap. Diandra pernah mengancam menarik dukungan keluarga jika ia tetap bersama Dea; Aninta pernah mengatakan ia akan menyesal jika tidak mengikuti ibunya. Keduanya terdiam mendengar kata-kata itu kembali diucapkan.
Diandra meminta maaf. Ia mengatakan ketakutannya kehilangan keluarga dan bisnis membuatnya mengendalikan pilihan Gama. Aninta mengakui ia membela ibunya dan memaksa Gama menerima keputusan keluarga tanpa memahami seluruh latar. Mereka tidak meminta Gama melupakan ucapan itu.
Gama berkata permintaan maaf mereka penting, tetapi ia butuh waktu untuk percaya bahwa hubungan keluarga tak lagi memakai ancaman. Diandra menerima. Aninta tidak menawarkan janji besar; ia hanya mengatakan akan berhenti menjadi perantara dan menjawab pertanyaan dengan jujur jika Gama bertanya.
Di tempat lain, Giana menerima kabar singkat dari Aya bahwa hubungan Gama dan Dea telah berakhir. Ia tidak menghubungi Gama. Ia tahu perpisahan itu bukan hasil yang harus ia rayakan dan bukan tanggung jawabnya. Ia menutup ponsel dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
Dalam catatan proses, petugas hukum menulis bahwa dokumen mendukung adanya niat memperoleh keuntungan bisnis melalui kedekatan keluarga dan terdapat transaksi yang belum cocok. Tidak ada temuan final tentang kesalahan tagihan atau sabotase. Gama menyetujui redaksi itu. Perkara bisnis tetap terbuka, sementara hubungan dengan Dea telah berakhir.
Setelah pertemuan, Diandra berkata ia menyesal pernah mengancam akan menghentikan dukungan keluarga jika Gama tetap bersama Dea. Ia mengira ultimatum akan melindunginya dari keputusan buruk. Gama mengatakan ancaman itu membuatnya sulit membedakan nasihat dari kontrol. Diandra tidak menyangkal. Ia meminta maaf dan berkata ia akan mengubah caranya berbicara, bukan menuntut Gama percaya hari itu.
Aninta mengakui ia pernah berkata Gama akan menghancurkan keluarga jika membela Dea. Ia menyampaikan kata-kata itu saat takut ibunya dan Geraldi kehilangan segalanya. Ia seharusnya bertanya apa yang Gama tahu, bukan memaksanya memilih pihak. Gama mengingat bahwa ia berhenti bercerita kepada kakaknya karena setiap percakapan berakhir dengan tuntutan. Aninta menerima kritik itu tanpa membela diri.
Mereka bertiga membicarakan batas yang dapat dijalankan. Diandra akan menjelaskan urusan bisnis bila ditanya dan tidak akan menjadikan bantuan finansial sebagai alat menekan. Aninta akan berhenti menyampaikan pesan antara Gama dan ibunya. Gama berkata ia masih perlu waktu; kesepakatan ini bukan jaminan hubungan pulih seketika.
Diandra bertanya apakah Gama ingin mengunjungi Geraldi. Ia menjawab iya, tetapi tidak ingin membicarakan bisnis di kamar perawatan. Mereka masuk bersama dan duduk di sisi ranjang. Kondisi Geraldi masih sama; tidak ada respons atau perubahan yang dapat dijadikan pertanda. Gama bercerita singkat tentang perpisahan dan berjanji tidak akan membebankan keputusan itu kepada ayahnya.
Sebelum pulang, Gama berterima kasih kepada ibunya karena mau mendengar. Ia belum mengatakan bahwa ia memaafkan. Diandra tidak meminta kata itu. Mereka mengatur waktu untuk meninjau berkas transaksi setelah bagian arsip menjawab permintaan, bukan mendadak malam itu.
Petugas hukum mengingatkan bahwa catatan pembayaran keluarga dan daftar kendaraan harus diperlakukan sebagai arsip terpisah. Ia menyiapkan permintaan tertulis bagi masing-masing pihak. Juardi menandatangani persetujuan terbatas untuk pencarian faktur, sementara Gama mengirim persetujuan Diandra kepada bagian keluarga Pradipta. Mereka tidak membagikan salinan ke Giana karena belum ada dokumen yang menghubungkan transaksi dengan kecelakaan. Farel mengarsipkan daftar permintaan dan membatasi aksesnya kepada peserta pertemuan saja. Gama berterima kasih karena semua orang mulai membedakan hal yang diketahui dan hal yang hanya dicurigai.
Diandra tidak menjawab dengan alasan bahwa ia bertindak demi kebaikan Gama. Ia mengatakan ia takut kehilangan kendali atas keluarga setelah Geraldi sakit, lalu menggunakan ancaman agar Gama tetap dekat. Gama berkata ia memahami ketakutan itu, tetapi akibatnya tetap membuatnya merasa tidak dipercaya. Aninta menambahkan bahwa ia membiarkan Gama sendirian menghadapi tekanan karena ia sendiri takut menentang ibunya. Mereka sepakat untuk membahas hubungan keluarga lagi setelah emosi lebih tenang.
Aninta mengakui ia pernah ikut mengulang ancaman Diandra kepada Gama. Ia berjanji tak akan lagi menekan adiknya agar memilih pihak sebelum mengetahui semua fakta.
Diandra mengingatkan Gama bahwa ia boleh mengambil jarak dari mereka. Ia tidak meminta anaknya menjadi penopang emosinya sendiri.
Gama menerima pengingat itu tanpa membantahnya.