Gama dan Dea bertemu lagi pada sore hari di tempat umum. Mereka telah menjalani jeda selama beberapa minggu, tetapi semakin banyak percakapan yang membuktikan bahwa mereka tidak memulai hubungan dengan pemahaman yang sama. Gama membawa catatan berisi hal-hal yang telah dikonfirmasi, bukan daftar kesalahan untuk dibacakan.
Ia menyebut tiga hal: Dea mengetahui Giana bukan Aninta dan memilih diam; Dea tahu keluarganya berharap hubungan itu membuka jalan negosiasi; dan dokumen menunjukkan proposal menghitung potensi keuntungan dari pertunangan. Ia tidak menuduh Dea mengatur sabotase atau memalsukan transaksi. Tidak ada bukti untuk itu.
Dea menerima uraian tersebut. Ia berkata sejak awal ia mencintai Gama, tetapi juga ingin keluarga mereka berhenti saling mencurigai dan berharap kedekatan mereka membantu bisnis. Ia tidak memisahkan kepentingan itu dengan jujur. Ia mengira tujuan baik dapat membenarkan cara yang dipilih.
"Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini," kata Gama. "Aku tidak ingin setiap keputusan kita nanti membuatku bertanya apakah kamu memilihku atau manfaat yang bisa didapat keluargamu. Aku tahu mungkin keduanya pernah bercampur. Aku tidak bisa membangun pertunangan di atas itu."
Dea menangis, tetapi tidak menyela. Ia bertanya apakah Gama mengakhiri hubungan karena keluarganya kaya dan bisa memberi kontrak. Gama menjawab bukan soal nilai kontrak. Ia mengakhiri hubungan karena ia tidak diberi kesempatan memilih dengan informasi yang sama. Ia tidak ingin menjadikan rasa bersalah sebagai alasan untuk bertahan.
Dea meminta apakah mereka dapat mencoba konseling pasangan. Gama mengatakan ia tidak siap dan tidak ingin menawarkan kemungkinan yang belum ia maksud. Ia menghormati Dea sebagai orang yang pernah ia cintai, tetapi hubungan mereka selesai. Dea mengangguk setelah beberapa saat. Ia meminta waktu untuk mengambil barang-barangnya dan meminta Gama tidak menghubunginya kecuali untuk urusan yang diperlukan.
Gama menyetujui. Mereka mengatur pengambilan barang melalui pesan tertulis. Tidak ada cincin yang dilempar atau keributan di tempat umum. Ketika mereka berpisah, Gama membayar minuman yang belum disentuh, lalu berjalan keluar sendiri.
Ia menelepon Farel dan mengatakan hubungan itu sudah berakhir. Farel tidak menanyakan apakah ia yakin. Ia hanya menawarkan menemaninya pulang. Gama menolak, ingin melewati perjalanan sendiri. Ia singgah di rumah Diandra malam itu dan mengatakan keputusan tersebut tanpa menyalahkan ibunya.
Diandra bertanya apakah Gama ingin mendengar bahwa ia sudah memperingatkan sejak awal. Gama menjawab ia tidak ingin dijadikan kemenangan dalam pertengkaran lama. Ia mengakhiri hubungan karena pilihannya sendiri, bukan karena ibunya menang.
Aninta datang kemudian setelah Diandra menghubunginya. Ia mengatakan Gama tidak harus terlihat kuat di depan mereka. Gama membalas bahwa ia lelah mendengar semua orang membicarakan apa yang seharusnya ia rasakan. Aninta meminta maaf karena selama ini terlalu sering memintanya menerima tekanan keluarga tanpa memberikan seluruh penjelasan.
Gama tidak segera mengirim pesan kepada Dea setelah pertemuan. Ia menunggu satu malam agar keputusan itu tidak menjadi reaksi terhadap perdebatan. Ia menuliskan apa yang ia butuhkan dari hubungan: kejujuran, kemampuan membicarakan kepentingan keluarga, dan pilihan yang tidak dibuat melalui rahasia. Lalu ia menuliskan apa yang ia ketahui tentang Dea: ia tahu penyamaran, ia paham keluarga berharap mendapat manfaat bisnis, dan ia memilih tidak memberitahunya.
Ia tidak menulis bahwa Dea tidak mencintainya. Ia tidak tahu isi hati Dea, dan tak ingin mengganti bukti dengan prasangka. Namun, cinta saja tidak menghapus fakta bahwa Dea mengambil keputusan untuknya. Keesokan harinya, ia meminta Dea bertemu dan memilih tempat ramai agar percakapan tetap sederhana.
Dea datang sendiri. Gama bertanya apakah ia sudah membaca ringkasan pertemuan. Ia menjawab sudah dan tidak menemukan kesalahan pada bagian yang menyangkut dirinya. Ia meminta kesempatan untuk menyampaikan alasannya sekali lagi, bukan untuk mengubah keputusan Gama, tetapi agar ia tidak pergi tanpa mengakui bahwa ia ikut bertanggung jawab.
Dea berkata ia takut keluarga mereka kembali bertengkar, takut kehilangan hubungan dengan Gama, dan takut orang tuanya gagal memulihkan bisnis. Ia memisahkan ketakutan itu di kepalanya, lalu memilih diam agar semuanya tampak dapat berjalan bersamaan. Ia baru melihat setelahnya bahwa ia menaruh Gama di tengah tanpa memberinya pilihan.
Gama mendengarkan dan berkata ia percaya bahwa Dea memiliki perasaan padanya. Namun, ia tidak dapat melanjutkan hubungan yang telah dicampuri tujuan yang tidak ia ketahui, apalagi setelah Dea memilih menyembunyikan hal itu berulang kali. Ia tidak ingin menunggu sampai mereka bertunangan atau menikah untuk melihat apakah masalahnya hilang.
Dea bertanya apakah ia dapat memperbaiki kepercayaan lewat waktu. Gama berkata ia tidak tahu dan tidak ingin menjanjikan masa depan yang mungkin tidak akan dipilihnya. Karena itu, ia mengakhiri hubungan sekarang, bukan meminta Dea menunggu sebagai cadangan.
Dea menangis, tetapi ia mengangguk. Ia tidak meminta Gama membatalkan kata-katanya. Mereka menentukan cara mengambil barang-barang dan sepakat agar keluarga tidak menjadi perantara. Ketika Dea pergi, Gama tetap duduk beberapa menit. Ia merasakan kehilangan, juga lega karena tidak lagi perlu berpura-pura bahwa penundaan pertunangan hanya soal waktu.
Gama bertanya apakah Diandra akan menghubungi Giana. Diandra menjawab ia tidak akan melakukannya tanpa izin. Gama meminta agar ibunya tidak menggunakan rasa bersalah sebagai alasan untuk mendekati keluarga Giana. Diandra setuju, lalu bertanya apakah Gama ingin ditemani saat berbicara dengan Aninta. Ia menjawab belum tahu; ia ingin menentukan sendiri waktunya.
Gama memastikan Dea memiliki waktu untuk bertanya dan tidak menutup percakapan setelah menyatakan putus. Ia menjawab pertanyaan tentang barang, komunikasi, dan batas keluarga. Dea mengatakan ia tidak ingin dibujuk bertahan hanya karena orang tua mereka berharap kerja sama bisnis pulih. Gama sepakat bahwa keputusan pasangan harus terpisah dari proposal keluarga.
Gama meminta agar keputusan perpisahan dicatat secara pribadi, bukan dimasukkan ke notulen transaksi. Petugas hukum mengonfirmasi bahwa catatan bisnis tidak memerlukan informasi hubungan mereka.
Dea mengangguk dan menyimpan kotak cincin itu tanpa meminta Gama menemaninya.
Keduanya lalu berpisah dengan jarak yang mereka sepakati.