Giana mengetahui perkembangan itu dari petugas hukum yang menghubungi dirinya dan Rahma. Ia meminta agar informasi disampaikan perlahan. Ringkasan resmi menyatakan bahwa dokumen dan keterangan awal menguatkan dugaan Juardi sengaja menunda penggantian komponen rem untuk menekan keluarga Pradipta dalam sengketa kontrak. Pemeriksaan masih berlangsung dan status perkara belum final.
Giana bertanya apakah laporan itu menyebut mobil Geraldi sebagai kendaraan yang gagal direm. Petugas menjelaskan nomor seri dan catatan teknis menghubungkan komponen lama dengan kendaraan keluarga Pradipta. Mereka belum menetapkan semua sebab tabrakan atau kesalahan setiap pihak. Giana mendengar kalimat itu tanpa menyela.
Setelah panggilan berakhir, Rahma duduk di sampingnya. Giana mengatakan ia tahu siapa yang mengatur penundaan rem, tetapi belum semua fakta kecelakaan terjawab. Ia tidak merasa lega. Ia membayangkan Geraldi berada di balik kemudi dengan rem yang seharusnya diperbaiki, sementara mobil orang tuanya berada di jalan yang sama.
"Jadi dia juga korban?" tanya Rahma.
"Dalam bagian itu, iya. Tapi aku belum bisa berhenti sedih atas Mama dan Papa. Aku tidak bisa memilih satu duka dan menghapus yang lain."
Rahma meraih tangannya. Ia tidak meminta Giana membenci Juardi atau memaafkan Geraldi. Mereka duduk cukup lama sebelum Gufta pulang. Giana menjelaskan bahwa ada perkembangan resmi dan seseorang mengakui menunda perbaikan karena urusan bisnis. Ia tidak menyebut detail yang belum dibuka kepada keluarga.
Gufta bertanya apakah kecelakaan itu berarti mobil mereka rusak karena perbuatan orang. Giana menjawab bukti awal menghubungkan tindakan itu dengan kendaraan Geraldi, tetapi pemeriksaan belum selesai menentukan keseluruhan sebab. Ia tidak ingin Gufta membayangkan sesuatu yang belum dipastikan.
Gama menerima izin dari petugas hukum untuk mengirim ringkasan yang sama kepada Giana, tetapi ia tidak langsung menelepon. Ia mengirim satu pesan: “Aku mendapat kabar resmi bahwa Juardi mengakui menunda penggantian komponen rem demi menekan keluarga kami. Status pemeriksaan masih berjalan. Kalau kamu ingin bicara, aku siap; kalau tidak, aku akan menghormati jarakmu.”
Giana membaca pesan itu malam hari. Ia membalas bahwa ia sudah menerima ringkasan dari petugas hukum dan belum siap bicara. Gama menjawab, “Aku mengerti.” Tidak ada tawaran uang, pekerjaan, atau bantuan yang tidak diminta.
Aninta kemudian menghubungi Giana dan meminta izin untuk berbicara. Giana setuju untuk panggilan singkat. Aninta mengatakan ia juga merasa bersalah karena dulu ia memusatkan perhatian pada korban yang bisa dirawat, sementara keluarga Giana kehilangan kedua orang tua. Ia tidak punya kuasa atas kondisi Geraldi atau keputusan Juardi, tetapi ia menyesal karena tak pernah mencari tahu bagaimana Giana bertahan setelah keluar dari rumah sakit.
Giana berkata ia tidak ingin Aninta mengambil tanggung jawab yang bukan miliknya. Ia berterima kasih karena dokter itu memberi tahu Gufta selamat. Keduanya membiarkan jeda tanpa menjanjikan pengampunan. Giana menutup panggilan dan kembali ke ruang tengah.
Di catatan kasus, petugas hukum menulis status pemeriksaan masih berjalan, keterangan Juardi telah dikoreksi dan diuji terhadap dokumen, serta beberapa bagian memerlukan konfirmasi tambahan. Giana menyimpan salinan resmi di map keluarga. Ia tahu kebenaran tentang rem tidak menghidupkan orang tuanya; ia hanya menjelaskan satu bagian dari malam yang selama ini tak dipahaminya.
Sebelum menghubungi siapa pun, Giana meminta petugas hukum memeriksa apakah ringkasan yang akan disampaikan memang boleh diberikan kepada keluarga korban. Petugas menjelaskan bagian yang memuat informasi kendaraan dan tindak lanjut dapat dibagikan, sementara bagian lain disunting. Giana membaca surat itu perlahan, lalu meminta Rahma berada di ruangan.
Rahma bertanya apakah ada orang yang telah ditetapkan bersalah. Giana menjawab belum. Juardi memberikan keterangan yang mengakui ia menahan penggantian komponen, tetapi penyidik masih memeriksa niat dan tanggung jawab setiap orang. Rahma menghela napas. Ia berkata ia tidak ingin nama orang tua Giana digunakan untuk membenarkan balas dendam.
Giana tidak ingin membalas siapa pun. Ia hanya merasakan marah karena sebuah sengketa bisnis masuk ke ruang keselamatan orang yang bahkan tak tahu mereka sedang ditekan. Ia berkata ia tidak tahu apakah keluarganya akan selamat bila rem mobil Geraldi berfungsi, dan ia tidak ingin membangun kepastian dari pertanyaan itu. Laporan tidak menjelaskan urutan tabrakan dengan cukup rinci.
Aninta menemaninya membaca keterangan, tetapi tidak mengubah kata-kata menjadi penilaian medis. Giana bertanya apakah Geraldi juga dapat disebut korban. Aninta menjawab dalam tindakan penundaan komponen itu, ia dan keluarga Giana sama-sama terkena akibat keputusan Juardi. Namun, pengalaman mereka berbeda; tidak ada kewajiban untuk berduka dengan cara yang sama.
Giana menghubungi Aya dan Farel untuk mengatakan bahwa ia akan mengambil cuti sehari. Ia tidak meminta mereka menyampaikan kabar kepada Gama. Farel mengatakan kantor akan mengatur jadwal, dan Aya menawarkan menemani jika Giana menginginkan. Giana meminta mereka hanya memastikan klien lain tidak terdampak.
Di rumah, ia duduk bersama Rahma. Gufta pulang dan bertanya mengapa kakaknya tampak letih. Giana menjelaskan bahwa seseorang mengakui sengaja menunda perbaikan rem mobil yang dikendarai Geraldi demi urusan bisnis. Ia menegaskan proses belum selesai dan tidak tahu semua akibatnya.
Gufta bertanya, "Berarti orang itu juga bikin kita kehilangan Mama dan Papa?"
Giana menjawab pelan, "Pemeriksaan sedang memastikan bagaimana tindakannya berhubungan dengan kecelakaan. Kita belum boleh menyimpulkan lebih dari yang tertulis. Tapi kita tahu keputusan itu membahayakan orang."
Rahma menggenggam tangan keduanya. Tidak ada yang meminta mereka memahami atau memaafkan Juardi. Mereka hanya duduk bersama, membiarkan duka lama muncul lagi tanpa menjadikannya utang kepada keluarga Pradipta.
Malamnya, Gama mengirim pesan yang menyebut ia mendapat izin menyampaikan ringkasan, tetapi Giana sudah membacanya secara resmi. Ia menambahkan bahwa ia tidak mengharapkan balasan. Giana membalas bahwa ia sudah tahu dan belum ingin bertemu. Gama menjawab bahwa ia menghormati itu.
Kondisi Geraldi tetap koma dan perawatannya berjalan seperti biasa. Keterangan Juardi menjadi bagian dari pemeriksaan, bukan akhir perkara. Giana menyimpan dokumen dan menuliskan satu baris: “Ayah Gama juga berada di dalam bahaya yang sama.” Baris itu tidak menggantikan kalimat tentang orang tuanya.
Dalam perjalanan pulang, Gama bertanya apakah Giana ingin ia menunggu lebih lama sebelum menghubungi. Giana berkata ia sudah membacanya sendiri dan tak perlu percakapan lanjutan. Ia juga mengatakan bahwa kabar itu tidak membuat mereka kembali menjadi teman dekat secara otomatis. Gama menjawab ia memahami dan tak akan meminta apa pun sebagai balasan atas informasi tersebut.
Giana menyimpan ringkasan bersama dokumen keluarga, tetapi menaruhnya di map terpisah dari surat kematian orang tuanya. Ia ingin memastikan keterangan tentang kendaraan Geraldi tidak menggantikan kenangan tentang Mama dan Papa. Rahma membantu menuliskan tanggal penerimaan, lalu menutup laci dengan kunci.