Giana dan Rahma mengunjungi rumah lama bersama paman untuk melihat kondisinya. Mereka membawa daftar ruangan dan mengambil foto hanya setelah paman menyetujui. Dinding ruang depan perlu dicat, atap belakang tampak bocor, dan beberapa barang milik keluarga masih tersimpan di lemari. Pohon mangga yang diingat Gufta masih tumbuh, meski lebih tinggi dari pagar.
Gufta datang setelah sekolah dan mengukur waktu perjalanan ke sekolahnya dari rumah lama. Jaraknya lebih jauh daripada rumah sewaan sekarang dan perlu satu kendaraan tambahan. Ia mengatakan ia tidak ingin segera pindah di tengah semester. Giana mendengarkan dan bertanya apakah ia lebih nyaman tetap di tempat sekarang sampai masa ujian selesai.
Rahma ingin kembali ke rumah itu, tetapi ia juga khawatir biaya perbaikannya. Mereka membuat perkiraan sederhana dari hal yang terlihat, tanpa meminta Gama membayar. Petugas hukum menyarankan semua biaya diperiksa setelah rumah diserahkan dan dokumen ditinjau.
Paman menyatakan ia bisa menyerahkan kunci dalam beberapa minggu setelah barang-barangnya dipindahkan. Giana meminta tanggal dibicarakan tertulis dan menyatakan mereka tidak akan masuk tanpa izin sebelum itu. Mereka menyepakati jadwal akses untuk pemeriksaan lanjutan dan penyerahan dokumen yang ditemukan.
Di rumah sewaan, keluarga membicarakan pilihan. Giana berkata mereka tidak harus pindah hanya karena rumah itu milik keluarga. Rahma mempertimbangkan kesehatan dan tenaga; Gufta mempertimbangkan sekolah. Mereka sepakat keputusan pindah dibuat setelah melihat biaya dan jadwal, bukan karena tekanan paman atau harapan masa kecil.
Paman mengirim daftar barang yang akan ia pindahkan dan bukti perbaikan tambahan. Giana meneruskannya kepada petugas hukum untuk ditinjau. Mereka belum menyelesaikan catatan sewa atau seluruh pengeluaran, tetapi kesepakatan proses telah ditandatangani dan kunci akan diserahkan kemudian.
Malam itu, Gufta bertanya apakah ia boleh menanam sesuatu di halaman kalau mereka kembali. Giana menjawab boleh setelah rumah aman dan mereka benar-benar memutuskan pindah. Rahma tersenyum mendengar mereka mulai membicarakan kemungkinan tanpa menganggapnya sudah terjadi.
Giana menyimpan berita acara dalam map properti. Ia tidak mencampurnya dengan dokumen kecelakaan. Juardi masih diperiksa, paman belum menyerahkan kunci, dan keluarga belum menentukan tanggal pindah. Namun, mereka sudah memegang catatan resmi, daftar kewajiban, dan hak untuk menentukan langkah selanjutnya.
Gufta memberi tahu wali kelas bahwa mungkin ia perlu menyesuaikan perjalanan jika keluarga pindah, tanpa meminta perubahan jadwal saat itu. Ia mengatakan kepada Giana bahwa ujian akhir lebih penting daripada kembali ke rumah lama secepat mungkin. Giana setuju. Mereka dapat menunggu sampai semester selesai dan memeriksa pilihan transportasi.
Rahma menghitung biaya perbaikan yang paling mendesak dengan bantuan Giana. Atap perlu ditambal sebelum musim hujan, sementara pengecatan dapat menunggu. Mereka meminta perkiraan dari dua orang berbeda, bukan mengandalkan janji paman. Giana tidak menyewa kontraktor dulu; mereka belum memiliki kunci dan belum menyepakati seluruh rincian.
Paman menunjukkan satu kamar yang masih berisi barang keluarga dan satu kamar yang dipakai penyewa. Ia berkata penyewa akan keluar dalam beberapa minggu. Giana meminta pemberitahuan tertulis kepada penyewa agar tidak ada yang merasa diusir mendadak. Paman setuju mengurusnya dan memberi kabar ketika tanggalnya pasti.
Saat melihat pohon mangga, Giana mengingat ayahnya pernah memasang ayunan sederhana di cabangnya. Ia tidak tahu apakah ayunan itu masih tersimpan. Rahma berkata mungkin sudah lama dibuang. Mereka tidak mencari-cari di gudang tanpa izin; paman menawarkan untuk memeriksa dan mencatat barang yang ditemukan.
Setelah kunjungan, keluarga duduk di rumah sewaan untuk menentukan pilihan. Rahma ingin kembali setelah rumah aman. Gufta ingin menunggu sampai ujian dan menghitung waktu perjalanan. Giana menyarankan keputusan akhir setelah dua minggu, ketika dokumen tambahan dan perkiraan perbaikan tersedia. Mereka menuliskan tanggal evaluasi, bukan tanggal pindah.
Petugas hukum mengingatkan bahwa berita acara keluarga tidak sama dengan putusan pengadilan atau pendaftaran perubahan hak. Jika ada penolakan di kemudian hari, mereka dapat meminta langkah hukum formal. Giana memahami itu dan tidak menganggap tanda tangan paman sebagai jaminan mutlak, tetapi sebagai komitmen tertulis untuk melanjutkan penyelesaian.
Paman mengirim daftar barang dan kuitansi tambahan sesuai janji. Giana dan Rahma memeriksa isinya bersama petugas. Mereka menandai mana yang jelas, mana yang perlu ditanyakan, tanpa langsung menghitung siapa berutang kepada siapa.
Giana menaruh berita acara di map dan memberi label “properti—penyelesaian awal”. Ia sengaja tidak menulis “rumah kembali”. Keluarga belum pindah, tetapi akses pemeriksaan dan jalur pengembalian sudah mulai disepakati. Pilihan waktunya tetap milik Giana, Rahma, dan Gufta.
Gufta kembali ke rumah sewaan setelah ujian dan mendengarkan rencana itu. Ia bertanya apakah barang-barang keluarga boleh dipindahkan lebih dulu. Giana menjawab mereka akan membuat inventaris setelah akses pemeriksaan disepakati. Gufta meminta agar buku sekolah dan foto keluarganya tidak disimpan di tempat lembap. Rahma berjanji akan memeriksanya.
Mereka melihat jadwal semester dan menghitung waktu perjalanan. Jika pindah sebelum ujian selesai, Gufta harus berangkat lebih awal dan berganti kendaraan. Ia berkata ia dapat melakukannya, tetapi lebih suka tidak mengubah rutinitas tepat sebelum ujian. Giana setuju tidak memaksakan pindah hanya karena kunci mungkin segera diserahkan.
Rahma bertanya apakah menunggu berarti paman tetap menang. Giana menjawab bukan. Mereka sudah mendapat akses untuk memeriksa rumah dan mencatat rencana serah terima. Waktu pindah adalah keputusan keluarga, bukan ukuran siapa yang menang.
Paman mengirim pesan bahwa penyewa kamar diberi tahu tentang pemeriksaan dan jadwalnya. Giana mengucapkan terima kasih serta meminta tanggal tertulis. Ia juga meminta konfirmasi bahwa barang keluarga tidak akan dipindahkan sebelum inventaris. Paman menyetujui.
Mereka membuat daftar perbaikan prioritas dan meminta perkiraan biaya dari orang yang tidak berhubungan dengan Gama. Petugas hukum mengatakan keluarga boleh menilai kondisi rumah sendiri, tetapi semua kesepakatan biaya harus ditulis terpisah. Giana memasukkan itu ke kalender.
Giana menyimpan daftar perbaikan bersama catatan sekolah Gufta dan anggaran Rahma. Tidak satu pun keputusan dibuat sebelum ketiganya melihat pilihan yang tersedia.
Mereka akan meninjau pilihan itu bersama-sama nanti.