Diandra mengirim pesan kepada Rahma, bukan kepada Giana, meminta izin untuk bertemu mereka berdua. Ia menulis bahwa ia ingin meminta maaf atas keheningan setelah kecelakaan dan tidak mengharapkan mereka menerima dirinya sebagai keluarga. Rahma menunjukkan pesan itu kepada Giana sebelum membalas.
Giana meminta waktu dua hari. Ia berbicara dengan Rahma tentang apa yang sanggup mereka dengar. Rahma ingin bertemu di rumah sewaan, bukan di rumah Pradipta atau rumah lama. Giana setuju. Mereka meminta Aya berada di dekat ruang depan sebagai dukungan, tetapi tidak perlu ikut dalam percakapan.
Diandra datang pada waktu yang disepakati dan menyerahkan ponselnya kepada staf di depan, agar tidak ada rekaman. Ia duduk berhadapan dengan Rahma dan Giana. Ia tidak membawa hadiah atau dokumen.
"Saya datang untuk meminta maaf karena tidak mencari tahu keadaan kalian setelah malam itu," katanya. "Saya meminta maaf di rumah sakit, lalu diam bertahun-tahun. Saya takut membuka luka dan juga sibuk merawat Geraldi. Itu menjelaskan pilihan saya, tetapi tidak menghapus dampaknya."
Rahma bertanya mengapa Diandra tidak mengirim surat atau mencari kabar. Diandra menjawab ia tidak tahu apakah keluarga Giana ingin mendengar darinya. Ia memilih menganggap diam sebagai bentuk hormat, padahal seharusnya ia bisa meminta izin melalui cara yang tidak memaksa.
Giana mengatakan ia mengingat suara seseorang yang meminta maaf, tetapi baru belakangan menyadari mungkin itu Diandra. Ia belum yakin semua detail. Diandra tidak mengoreksi ingatan itu atau menambahkan cerita yang Giana tidak tanyakan.
"Saya tidak datang untuk meminta kamu memaafkan Geraldi atau saya," ujar Diandra. "Saya juga tidak akan meminta kamu membantu Gama karena keluarga kami mengalami hal yang sama."
Rahma berkata ia menghargai permintaan maaf itu, tetapi ia masih menyimpan rasa sakit karena mereka harus membesarkan anak-anak tanpa orang tua dan tidak mendapat kabar. Diandra menerima. Ia berkata ia tahu ucapan maaf tidak dapat mengembalikan waktu atau menyelesaikan kehilangan.
Giana bertanya apakah Diandra mengingat kalimat tepat yang ia ucapkan di rumah sakit. Diandra berkata tidak. Ia ingat meminta maaf karena mobil suaminya terlibat, tetapi tidak mengingat apakah ia menyebut nama. Giana mengangguk. Jawaban itu sesuai dengan ketidakpastian mereka.
Pertemuan berlangsung tenang, tetapi tidak hangat. Diandra bertanya apakah ia boleh menghubungi lagi suatu hari. Giana menjawab ia belum tahu dan tidak ingin membuat janji. Diandra menerima, lalu berpamitan tanpa meminta dipeluk.
Sebelum pertemuan, Diandra mengirim pesan lagi melalui Rahma untuk memastikan lokasi dan waktu. Ia bertanya apakah ada topik yang tidak ingin dibahas. Rahma menjawab mereka bersedia mendengar permintaan maaf, tetapi tidak ingin membicarakan proses Juardi atau keputusan Gama. Diandra setuju dan berkata ia tidak akan datang membawa dokumen atau anggota keluarga lain.
Giana meminta Aya menunggu di beranda. Ia tidak ingin percakapan itu menjadi sidang, tetapi ia ingin ada orang yang bisa dipanggil jika mereka memerlukan jeda. Diandra menyerahkan ponselnya dalam keadaan mati di atas meja, bukan sebagai bukti, melainkan agar tak ada kecurigaan soal rekaman. Giana juga tidak merekam.
Rahma menceritakan bahwa setelah Diandra pergi dari rumah sakit, mereka tidak menerima kabar. Mereka menghadapi pemakaman, biaya, dan urusan rumah tanpa tahu siapa yang harus dihubungi. Diandra mendengarkan dan mengakui ia terlalu lama menganggap permintaan maaf singkat sudah cukup. Ia mengatakan dahulu ia kehilangan suaminya dalam keadaan koma dan berusaha bertahan, tetapi itu bukan alasan untuk membiarkan keluarga lain menghadapi semuanya tanpa penjelasan.
Giana bertanya apakah Diandra pernah mencoba mencari mereka setelah keadaan stabil. Diandra menjawab ia pernah bertanya kepada Aninta tentang nama keluarga, tetapi tidak melanjutkan pencarian. Ia takut dianggap mengganggu dan mungkin juga takut mendengar kemarahan. Ia tidak tahu apakah keputusan itu benar; kini ia melihat bahwa ia memilih kenyamanannya sendiri.
Rahma berkata ia bisa menerima bahwa Diandra juga terluka, tetapi ia tidak ingin kesedihan itu dipakai untuk menyamakan pengalaman mereka. Diandra mengangguk. Ia tidak mengatakan mereka mengalami hal yang sama. Ia mengakui orang tua Giana meninggal, sementara Geraldi masih hidup dan dirawat; perbedaan itu nyata.
Giana bertanya apakah permintaan maaf Diandra terkait dengan rasa bersalah atas kecelakaan. Diandra menjawab ia merasa bersalah karena mobil suaminya terlibat, tetapi tidak mengetahui penyebab teknis malam itu. Ia tidak meminta Giana menenangkan atau membebaskannya dari rasa tersebut.
Rahma mengucapkan terima kasih karena Diandra datang dan berbicara terus terang. Ia belum menawarkan hubungan keluarga atau pertemuan rutin. Giana berkata ia menerima permintaan maaf itu sebagai sesuatu yang telah disampaikan, tetapi ia belum tahu apakah hatinya bisa menerima lebih dari itu.
Diandra berkata itu cukup. Ia berpamitan tanpa memeluk mereka dan tidak meminta Giana menghubungi Gama. Setelah ia pergi, Giana duduk bersama Rahma beberapa menit sebelum memanggil Aya masuk.
Diandra menyampaikan permintaan maaf tanpa meminta mereka menyebut dirinya “keluarga”. Ia berkata ia tidak tahu apakah kehadirannya diterima dan ia siap pergi jika Rahma meminta. Rahma menjawab ia boleh duduk, tetapi tidak ingin percakapan berubah menjadi pembelaan atas nama Geraldi atau Gama.
Diandra mengakui ia seharusnya mencari cara menghubungi mereka setelah keadaan darurat berlalu. Ia mengatakan ia memilih diam karena takut menyaksikan kemarahan yang tak sanggup ia hadapi. Rahma berkata diam itu membuat mereka merasa seolah hanya keluarga mereka yang harus menanggung akibat. Diandra mendengarkan dan meminta maaf karena membuat mereka merasa ditinggalkan.
Giana bertanya apakah Diandra ingin ia memaafkan. Diandra menjawab ia berharap suatu hari hubungan mereka bisa lebih baik, tetapi tidak berhak meminta tanggal atau bentuknya. Giana berkata ia tidak bisa menjanjikan kedekatan. Ia dapat menerima bahwa Diandra menyesal, tetapi perasaan lain perlu waktu.
Rahma menceritakan bagaimana ia mengurus rumah dan kedua cucunya sesudah kecelakaan. Ia tidak meminta bantuan sekarang; ia ingin Diandra mengetahui bahwa satu permintaan maaf di rumah sakit tidak menyelesaikan hari-hari berikutnya. Diandra berkata ia mendengar dan tidak akan mencoba menebusnya dengan uang.
Mereka tidak membahas keterangan Juardi atau masa depan Gama. Diandra bertanya apakah ada hal praktis yang mereka ingin ia lakukan. Giana menjawab saat ini tidak. Jika kelak ia membutuhkan dokumen resmi terkait kejadian, ia akan meminta melalui petugas hukum. Diandra menerima batas itu.
Saat pertemuan berakhir, Diandra berdiri dan berpamitan. Rahma membalas salam, tetapi tidak mengantarnya sampai gerbang. Giana mengucapkan terima kasih karena ia datang. Diandra pergi tanpa menoleh beberapa kali atau meminta jawaban tentang hubungan mereka.