Pada minggu kedua puluh satu, atap rumah lama telah diperbaiki pada bagian yang paling bocor. Giana dan Rahma menerima kuitansi pekerjaan dan meninjau biaya bersama petugas hukum. Paman menyerahkan kunci yang tersisa serta salinan tagihan. Sertifikat asli belum ditemukan, dan pencarian salinan resmi masih berjalan, tetapi tidak ada lagi barang paman yang tertinggal di rumah.
Rahma ingin mulai memindahkan barang. Giana mengusulkan mereka membawa kebutuhan dasar dulu, lalu menilai keadaan setelah beberapa malam. Gufta masih harus menempuh perjalanan sekolah yang lebih jauh. Ia menguji rute pada hari libur dan mengatakan bisa menjalaninya, tetapi ingin menunggu sampai jadwal ujian berakhir.
Mereka mengangkut buku dan pakaian dalam beberapa perjalanan. Giana tidak mengambil cuti dari kelas; ia mengatur perpindahan pada sore dan akhir pekan. Rahma memilih kamar yang paling dekat kamar mandi, sementara Gufta memilih ruang yang memiliki cukup cahaya untuk belajar.
Saat menemukan bekas pengukur tinggi badan di dinding, Gufta tertawa melihat garis lamanya. Ia tidak ingin menghapusnya ketika rumah dicat. Giana mencatat bahwa dinding itu bisa dibersihkan tanpa dicat ulang. Rumah lama mulai terasa seperti tempat tinggal, bukan hanya berkas dan sengketa.
Paman datang untuk mengambil barang terakhir yang tertinggal di gudang. Ia menyerahkan satu amplop berisi bukti sewa tambahan dan berkata ia tak menemukan sertifikat. Giana menerimanya, lalu menandatangani daftar barang yang sudah dibawa. Mereka tidak membahas biaya yang masih belum cocok; petugas hukum akan membantu meninjau dokumen tersebut.
Di malam pertama, Rahma menyiapkan makan sederhana di dapur. Gufta bertanya apakah mereka sudah benar-benar pindah. Giana menjawab mereka sudah mulai tinggal di sana, tetapi beberapa urusan administrasi belum selesai. Gufta berkata ia akan menyebutnya rumah lagi setelah tahu rute sekolahnya.
Giana membuka modul kelas di meja yang dulu dipakai ayahnya. Ia mengerjakan satu latihan lalu berhenti ketika lelah. Rahma tidak meminta ia menyelesaikan semuanya. Mereka sepakat menata rumah sesuai kemampuan, bukan mengejar tampilan sempurna.
Sebelum tidur, Giana menyimpan salinan berita acara dan tanda terima kunci di lemari. Ia tahu penguasaan rumah telah kembali kepada keluarga, tetapi hak formal dan perhitungan biaya masih perlu dicatat. Tidak ada satu kertas yang menghapus bertahun-tahun mereka tinggal di tempat sewaan.
Keesokan paginya, Giana bangun lebih awal untuk melihat apakah atap yang diperbaiki masih menetes setelah hujan malam. Ia menemukan satu sudut kering, sedangkan dinding dekat dapur masih lembap. Ia memotret bagian itu dan mengirimkannya kepada tukang untuk meminta pemeriksaan lanjutan. Pekerjaan tambahan tidak langsung disetujui; Giana meminta perkiraan biaya tertulis sebelum menentukan.
Rahma mengeluarkan beberapa barang yang disimpan paman di gudang. Ia memilih piring lama dan kotak jahit, lalu memutuskan sisanya dapat menunggu. Giana mengingatkan agar mereka tidak mengangkut barang berat sendiri. Gufta membawa buku dan tas sekolah, bukan semua benda masa kecilnya. Mereka ingin rumah menjadi tempat tinggal, bukan ruang penyimpanan kenangan yang tak pernah disentuh.
Paman mengirim pesan bahwa satu kuitansi sewa telah ditemukan. Ia menuliskan bulan pembayaran tetapi tidak tahu nama lengkap penyewa. Petugas hukum menyarankan kuitansi itu disimpan sebagai dokumen yang belum lengkap. Giana menjawab paman dengan sopan dan meminta bila ia menemukan catatan lain, kirim melalui surat atau salinan yang bisa ditinjau.
Mereka mengatur kunjungan ke kantor pencatatan untuk bertanya mengenai salinan sertifikat jika dokumen asli tidak ditemukan. Petugas hukum menegaskan catatan kepemilikan masih menunjukkan nama keluarga Giana, tetapi perubahan fisik dan berkas rumah tetap perlu ditangani. Rahma menandatangani permintaan lanjutan setelah membaca semua halaman.
Gufta mencoba rute ke sekolah pada pagi hari kerja. Ia berangkat lebih awal dan mencatat waktu. Perjalanan memakan tambahan dua puluh menit, tetapi ia sampai sebelum bel. Ia berkata ia bisa menjalani rute itu jika tidur lebih awal. Giana meminta ia mencoba selama satu minggu sebelum memutuskan.
Rahma bertanya apakah mereka harus segera memindahkan semua barang. Giana menjawab mereka dapat tetap menyewa kamar lama beberapa minggu untuk memastikan rutinitas baru berjalan, selama anggaran memungkinkan. Rahma setuju. Mereka tidak perlu mengubah semua hal dalam satu hari hanya karena kunci sudah diserahkan.
Di malam hari, Giana membuka modul kelas di meja lama. Ia merasa ruang itu berbeda dari ingatan, tetapi tidak asing sepenuhnya. Ia menyelesaikan latihan singkat dan menuliskan biaya tambahan untuk atap. Rumah kembali menjadi bagian dari hidup mereka sekarang, dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang nyata.
Rahma bertanya apakah ia ingin tinggal permanen di rumah lama. Giana menjawab ia ingin mencoba, tetapi mereka perlu melihat apakah pengeluaran rumah stabil dan Gufta dapat berangkat sekolah dengan aman. Rahma setuju bahwa kembali tidak berarti semuanya harus sama seperti sebelum kecelakaan. Mereka boleh mengatur ruang sesuai kebutuhan sekarang. Giana dan Gufta membersihkan halaman sedikit demi sedikit. Gufta ingin memangkas cabang pohon mangga, tetapi Giana meminta mereka bertanya kepada orang yang paham agar tidak merusaknya. Mereka hanya menyapu daun dan menaruh alat di gudang. Malam itu, Giana menulis tanggal penyerahan kunci dan nomor berita acara di kalender. Ia menyimpan bukti pembayaran atap bersama catatan biaya.
Rahma mengusulkan mereka mengundang satu tetangga lama untuk melihat pagar, tetapi Giana memilih menunggu sampai dokumen dan inventaris selesai. Mereka tidak ingin orang lain menganggap rumah sudah sepenuhnya dibereskan. Gufta menaruh buku-bukunya di ruang belajar dan berkata ia akan menjaga meja tetap rapi. Giana mengingatkan bahwa itu meja bersama, bukan wilayah kekuasaannya. Mereka tertawa dan menata ulang barang seperlunya.
Giana meminta paman menyampaikan penemuan sertifikat dengan salinan foto dan tanggal, bukan menitipkannya tanpa tanda terima. Paman menyetujui. Mereka tetap berkomunikasi lewat pesan tertulis agar setiap langkah pengelolaan rumah tercatat, sementara petugas hukum meninjau dokumen yang belum cocok.
Mereka memasukkan kuitansi baru ke map properti dan memeriksa jumlahnya sekali lagi.
Rahma menyimpan map itu di lemari yang terkunci.