Xander berulang kali merutuki benda yang ada di depannya. Bukan benda, lebih tepatnya program dalam komputer yang sangat tidak masuk akal. Xander baru kali ini mengetahui bahasa pemrograman yang sekarang dilihatnya ini. Ia seperti berada di waktu kemarin ketika memecahkan bahasa khusus di website Starlight School, tetapi kali ini terasa 1000 kali lipat lebih sulit. Karena kali ini ia berjumpa dengan bahasa komputer yang ia sama sekali tidak mengerti bagaimana cara membaca atau menerkanya.
Matanya yang bewarna hitam pekat itu bergerak dengan gelisah ke sana ke mari melihat bagaimana orang-orang di sekelilingnya mengerjakan task yang diberikan oleh pemateri yang tadi pagi mengajarkan mereka beberapa kunci dalam pemrograman. Awalnya Xander meremehkan pemateri itu, untuk apa coba mengajark