Mama Hana memperhatikan sang suami yang terlelap. Ia mengelus kepala sang suami. Ia begitu salut kepada sang suami yang begitu gigih bekerja untuk menghidupi istri dan juga anak yang ia sayangi. Terkadang, snag istri merasa kesla bila sang suami begitu sibuk bekerja seperti sebelum-sebelumnya, namun sekian lama menikah dan begitu tahu bagaimana sayangnya snag suami kepada dirinya dan anak semata wayang mereka, membuat mama Hana tak lagi mengeluh. Apa yang hendak ia keluhkan dengan segala macam kemudahan yang ia miliki dan juga kemewahan yang telah diberikan. Sebagai seorang istri, ada banyak pula juga pengorbanan yang telah dilakukan agar bisa tetap mendukung suami dengan segala lebih dan kurangnya. Pengorbanan untuk tidak bekerja, dan seperti sekarang harus ikut kemanapun kaki suami melan